oleh: Esti D. Purwitasari
mepnews.id – Akhir tahun identik dengan musim hujan. Meski ada panas di sana-sini, namun peluang untuk turun hujan selalu ada. Bahkan ada banjir segala.
Nah, saat hujan, si kecil malah lari keluar rumah untuk bermain air. Apakah orang tua perlu menghentikannya? Bisa ya, bisa juga tidak. Bergantung kondisi.
Pembaca yang budiman, hujan adalah rahmat Tuhan bagi seluruh makhluk. Bumi ini terus berputar seiring turunnya hujan di setiap musim.
Begitu pentingnya hujan, sampai-sampai kitab suci Al-Qur’an menyebutnya 55 kali. Bahkan, Nabi Muhammad SAW pernah berhujan-hujanan dan berdoa, “Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang bermanfaat.” (Shahih Bukhari, hadits bernomor 1032).
Banyak manfaat yang bisa didapat anak saat bermain hujan. Antara lain;
- Membantu keterampilan motorik anak dan kemampuan keseimbangan. Di dalam hujan, anak bisa menjelajahi dan menikmati dunia basah serta menghadapi serangkaian tantangan yang berbeda dari dunia kering.
- Membantu anak terhubung dengan semua cuaca yang dimiliki alam. Jangan hanya main di dalam ruang yang selalu kering. Saat main hujan, si kecil dihadapkan pada pengalaman indrawi yang berbeda. Ada banyak pemandangan, suara, bau, sentuhan, dan mungkin rasa baru dari alam untuk dialami.
- Lebih khusus, anak bisa belajar tentang air melalui metode bermain yang mereka pilih sendiri. Jangan remehkan berapa banyak yang anak pelajari melalui permainan di bawah hujan.
- Lebih aktif secara fisik di luar ruang saat hujan bisa memberi manfaat kesehatan fisik. Jantung lebih aktif. Sistem kekebalan tubuh juga aktif. Otot jadi lebih kuat dan peka.
- Belajar menjaga diri sendiri dalam kondisi cuaca berbeda. Anak belajar merawat pakaian serta apa pun yang mereka kenakan saat hujan. Kalau toh kotor, orang tua tak perlu cemas. Nanti bisa dicuci dan dikeringkan.
Yang perlu dijaga, jangan sampai main hujan berlebihan sehingga anak menggigil dan berpeluang sakit. Jangan sampai juga anak main hujan saat cuaca ekstrim dengan risiko bahaya lebih tinggi.


