Oleh: Teguh W. Utomo
mepnews.id – Saya sangat mendukung program pemerintah untuk memagangkan siswa atau mahasiswa ke dunia usaha/industri secara langsung. Program ini juga dilakukan di berbagai negara lain dan sudah dilakukan sejak dulu.
Magang menjadi salah satu dari sekian banyak jalur membangun karier. Peluang magang juga tersedia di berbagai sektor industri, sehingga peserta bisa memilih mana yang paling sesuai dengan bakat, keahlian, atau passion.
Meski kerja dengan upah sedikit atau bahkan tanpa upah, magang tetap menjadi cara yang bagus untuk mendapatkan pengalaman langsung dalam bidang karir yang diinginkan.
Saat manfaat, peserta memperoleh pengetahuan langsung real time tentang industri atau bisnis. Pada gilirannya, ini mempersiapkan peserta lebih baik untuk membina karier. Ini kesempatan untuk belajar secara langsung sebelum memasuki karir pilihan. Ini juga kesempatan belajar dari mentor yang dapat membantu memberikan pengalaman nyata. Ingat, pengalaman adalah guru terbaik.
Dalam persaingan sengit dalam mencari pekerjaan, kandidat yang punya pengalaman nyata dan langsung bakal dihargai lebih tinggi daripada yang tidak memiliki pengalaman relevan. Nah, peserta magang di bidang tertentu bakal lebih dihargai dibandingkan dengan yang belum punya pengalaman langsung meski nilai akademisnya bagus.
Selain itu, untuk menghargai budaya dan etos kerja, peserta magang bisa memperoleh wawasan lebih dalam yang mungkin tidak akan didapatkan oleh orang luar. Pendalaman wawasan tentang beberapa bidang dalam organisasi kerja bisa membuka jalan untuk berkarir lebih tinggi di masa depan.
Peserta magang juga punya potensi mendapat pekerjaan lebih besar. Ada banyak cara untuk memulai kerja, tetapi sebagian besar tidak menciptakan jalur langsung menuju ke pekerjaan. Ada yang menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mendapatkan gelar tetapi masih belum memiliki keterampilan atau jaringan tertentu untuk mendapatkan pekerjaan. Ketika magang, peserta terjun langsung ke dalam pekerjaan itu dengan pengalaman langsung dari mentornya.
Peserta magang juga bisa mendapatkan keterampilan spesifik. Konon, seniman besar Michelangelo juga memberi kesempatan magang pada pelukis/pematung yunior. Upah untuk mereka tidak besar, tapi mendapat kesempatan melihat dari dekat skill spesifik yang dimiliki sang master. Para magang ini bisa berdiskusi dan praktik ketrampilan yang sangat spesifik itu. Maka, muncullah nama-nama seniman Francesco Granacci, Pietro Rosselli, Bastiano da Sangallo, Giuliano Bugiardini, Agnolo di Donnino and Jacopo del Tedesco, dan lain-lain.
Yang tak kalah penting, peserta magang bisa mendapat kesempatan untuk mendemonstrasikan keahlian. Tidak peduli seberapa banyak buku yag kita pelajari atau seminar yang kita hadiri, kita tidak bisa mengklaim diri memiliki pengalaman dalam bidang tertentu sebelum kita mendemonstrasikan keahlian pada pihak yang kompeten. Master hipnosis tidak akan mengklaim gelar tersebut jika tidak pernah menghipnosis orang. Master hipnosos bisa disebut begitu karena bisa menghipnosis orang sehingga mendapatkan manfaat. Jika kita ingin menjadi hebat dalam bidang tertentu, kita harus belajar dari orang yang pakar di bidang itu. Nah, peserta magang bisa melakukan itu.
Maka, dorong siswa atu mahasiswa itu magang langsung di tempat yang cocok. Itu akan membuka wawasan dan mengasah ketrampilan secara langsung dan membuka kesempatan lebih besar untuk terjun di industri. Jangan magang di tempat yang tidak sesuai lalu diberi pekerjaan sekadar disuruh-suruh memfoto-kopi atau membuatkan kopi.


