Jadi Pede dengan Softball

mepnews.id – Puan Enva Sabina, mahasiswi Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris Uiversitas Airlangga, sempat tidak percaya diri karena tubuh bongsornya. Namun, olahraga softball,.ia berhasil meraih berbagai prestasi sekaligus mengangkat rasa.percaya diri

Puan bersama tim menyabet juara dalam berbagai kompetisi, antara lain Surabaya Merdeka Games, Suroboyo Cup, dan baru-baru ini jadi Runner Up pada Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim).

Bagi Puan, tantangan terbesar dalam softball adalah ketika menjadi kapten tim. Setidaknya, ia jadi kapten tim untuk ajang Porprov Jatim 2022.

“Softball kan olahraga beregu. Sebagai kapten tim, saya perlu memikirkan cara agar ada kerja sama yang baik antar anggota. Bagi saya, salah satu kunci juara yakni bekerja sama satu sama lain melalui kekompakan dan rasa kepercayaan,” terangnya.

Mulanya, Puan bingung dan tidak percaya diri dengan tugasnya menjadi kapten yang harus mengayomi tim sekaligus meraih juara. Beruntung, ia selalu mendapatkan dukungan mamanya.

“Alhamdulilah, Mama selalu meyakinkan saya bahwa semua bisa jika ada kemauan,” imbuhnya.

Guna membangun kerja sama antar anggota, Puan acapkali menghabiskan waktu bersama timnya. Kegiatan tersebut dilakukan di luar jadwal latihan.

“Untuk membangun kerja sama, kami perlu memahami satu sama lain. Hal itu bisa dilakukan salah satunya dengan memperbanyak waktu bersama. Contohnya, makan bersama atau liburan bersama,” jelasnya.

Tantangan lain, ketika ia harus membagi waktu antara berlatih softball dan perkuliahan. Ia biasa berlatih setelah kuliah. “Terkadang saya lelah. Namun, mengingat tujuan menjadi juara, saya harus tetap menjalaninya,” ungkapnya.

Selain saat dipercaya memimpin tim, ia juga memiliki rasa tidak percaya diri secara fisik.

“Badan saya overweight. Kalau jogging, saya lebih lama daripada teman-teman. Tapi, walau lebih lama, saya tetap bertahan dan membuktikan kemampuan,” tuturnya.

Puan mulai tertarik dunia softball tidak dapat lepas dari peran ayahnya. Dulu, ayahnya permah mengajaknya ke lapangan softball. Ia enunjukkan ketertarikan pada saat itu.

“Saya berpikir, softball olahraga yang relatif jarang di Indonesia. Tidak banyak yang mengerti dan berminat. Jadi, saya tertarik dan bergabung ke klub,” ujar mahasiswi angkatan 2020 tersebut. (*)

 

Facebook Comments

Comments are closed.