Tanam 100 Pohon, TEP ITS Ajak Anak-anak Jaga Mata Air Dafala

mepnews.id – Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 24 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersama Kementerian Transmigrasi (Kementrans) RI melaksanakan penanaman 100 pohon dan edukasi pelestarian kawasan mata air di Desa Dafala, kawasan transmigrasi Tasifeto Mandeu, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu 24 Oktober 2026.

Dikabarkan situs resmi its.ac.id, kegiatan ini dipimpin Prof Ir IDAA Warmadewanthi ST MT PhD dan melibatkan siswa-siswi SDI Debuklaran, warga setempat, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Belu, serta tokoh adat. Tidak sekadar penghijauan, aksi ini juga sarana edukasi lingkungan bagi generasi muda.

Para siswa dilibatkan langsung dalam proses penanaman pohon untuk mengenal peran vegetasi menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan sumber air. Peserta diajak memahami bahwa pelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang dapat dimulai dari tindakan sederhana.

Warma menegaskan, pelibatan anak-anak dalam pelestarian lingkungan merupakan upaya membangun kesadaran sejak dini. Edukasi yang disertai pengalaman langsung dapat membantu menumbuhkan kepedulian terhadap alam sekaligus mendorong terbentuknya kebiasaan menjaga lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

“Edukasi sejak dini perlu dilakukan agar kepedulian terhadap kelestarian alam tumbuh menjadi kebiasaan dan tanggung jawab bersama,” ujar Guru Besar Departemen Teknik Lingkungan ITS ini.

Siswa-siswi SDI Debuklaran terlihat antusias. Mereka berpartisipasi bersama tim dan masyarakat dalam menanam pohon di kawasan yang perlu dijaga kelestariannya. Selain itu, para peserta mengikuti kampanye komitmen menjaga hutan melalui pembubuhan cap tangan pada banner yang telah disiapkan.

Cut Ulfah, anggota TEP 24 ITS, berharap keterlibatan anak-anak dapat membantu menumbuhkan pemahaman bahwa pelestarian hutan dan kawasan mata air merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat. “Menjaga hutan dan kawasan mata air bukan hanya tugas orang dewasa melainkan tanggung jawab bersama yang dapat dimulai sejak usia dini.”

Pembubuhan cap tangan pada banner menjadi simbol komitmen peserta untuk turut menjaga kelestarian hutan. Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak memahami bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup berhenti pada pengetahuan, tetapi perlu diwujudkan melalui tindakan nyata yang dilakukan secara konsisten.

Di kawasan transmigrasi Tasifeto Mandeu, perlindungan sumber air juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan akses air bersih. Perbaikan infrastruktur distribusi air perlu diimbangi perlindungan kawasan sumbernya agar manfaat penyediaan air dapat dirasakan berkelanjutan.

Keberhasilan penanaman 100 pohon pun memerlukan tindak lanjut melalui pemantauan pertumbuhan tanaman, penyiraman sesuai kebutuhan, penggantian bibit yang mati, serta perlindungan tanaman dari gangguan. Langkah-langkah ini penting untuk memastikan pohon yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat ekologis dalam jangka panjang.

Facebook Comments

POST A COMMENT.