Dies Natalis Untidar Nanggap Ketoprak

mepnews.id – Universitas Tidar (Untidar) menggelar Ketoprak ‘Purnama Labuh’ di Gedung Kuliah Umum dr. H. R. Suparsono, pada Jumat malam 8 Mei 2026. Acara dihadiri lebih dari 1000 orang, sivitas akademika dan masyarakat umum. Penonton memenuhi lantai 1 dan lantai 2, sampai panitia menggelar karpet tambahan untuk lesehan penonton.

Dikabarkan situs resmi untidar.ac.id, pergelaran ini menjadi puncak rangkaian acara Dies Natalis ke-47 Untidar. Ketoprak ini kolaborasi antara sivitas akademika bersama seniman Temanggung. Naskah ditulis Pawitri dan disutradarai Agus Purwoko dari Putri Sekar Langit Temanggung. Produsernya, Rektor Prof Dr Sugiyarto MSi.

Dalam sambutannya, Prof. Sugiyarto menyampaikan rasa syukur. “Kami mohon doa restu supaya Untidar semakin besar manfaatnya untuk Indonesia. Untidar berkomitmen terus mewujudkan visi sebagai universitas yang unggul, inovatif, berbasis kewirausahaan dan kebudayaan.”

Pergelaran ketoprak menjadi salah satu bentuk dukungan Untidar terhadap pelestarian seni dan budaya tradisional sekaligus media pembentukan karakter bagi generasi muda. “Melalui kegiatan budaya seperti ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya berkembang secara akademik tetapi juga memiliki kepedulian terhadap warisan budaya bangsa.”

Wali Kota Magelang, H Damar Prasetyono, hadir dan memberikan sambutan. Menurutnya, pergelaran ketoprak merupakan bagian dari upaya nguri-uri kabudayan Jawa di tengah perkembangan zaman. “Jangan sampai kita lupa budaya bangsa sendiri. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai budayanya.”

Ketoprak ini melibatkan 24 dosen dan tenaga kependidikan serta tiga seniman profesional. Beberapa tokoh utama diperankan dosen Untidar. Tokoh antagonis Rambut Geni diperankan Afik dosen Teknik Elektro. Tokoh Sukesi diperankan Agnira Rekha dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Tokoh protagonis Pangeran Elang Kumara diperankan Imam Baihaqi dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Kisahnya, kedamaian Kadipaten Ringin Anom terusik oleh Rambut Geni yang membuat kekacauan, merampok, serta menculik gadis. Untuk mengatasi itu, Adipati Tejokusumo memerintahkan putranya, Pangeran Elang Kumara, menumpas Rambut Geni. Pangeran Elang Kumara meminta bantuan para pemuda Pawiyatan Tidar. Berkat kerja sama dan keberanian mereka, Rambut Geni dikalahkan. Sebagai penghargaan, Adipati Tejokusumo menetapkan Pawiyatan Tidar sebagai Universitas Tidar.

Facebook Comments

POST A COMMENT.