Peneliti Unair Masuk Nominasi Lindau Nobel Laureate Meeting

mepnews.id – Dr Veryl Hasan SPi MP, dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (Unair), berhasil masuk nominasi The 75th Lindau Nobel Laureate Meeting 2026 di Jerman. Pencapaian tersebut merupakan hasil dari rekam jejak penelitiannya yang konsisten di bidang konservasi sumber daya perairan.

Lindau Nobel Laureate Meeting merupakan forum ilmiah tahunan yang mempertemukan peraih Hadiah Nobel dengan ilmuwan muda berbakat dunia. Tujuannya untuk mendorong pertukaran pengetahuan, diskusi lintas generasi, dan jejaring riset internasional.

Nominasi tersebut tidak terlepas dari rekam jejak riset Veryl yang konsisten dan berdampak di bidang konservasi. Ia pernah meraih pendanaan riset dari organisasi konservasi internasional berbasis di Inggris, Synchronicity Earth, melalui penelitian konservasi ikan rawa gambut di Bintan yang berfokus pada pelestarian keanekaragaman hayati serta pemberdayaan masyarakat lokal.

Selain itu, rekam publikasi ilmiahnya turut memperkuat proses seleksi. Dalam publikasinya di Journal of Fish Biology, ia mengangkat isu pengelolaan perikanan air tawar hias (Ornamental Freshwater Trade). Selanjutnya, publikasinya di Check List: The Journal of Biodiversity Data, ia memaparkan identifikasi kura-kura air tawar Orlitia borneensis dari Pulau Belitung.

Baru-baru ini, Veryl bersama tim melakukan penelitian keragaman ikan di Sungai Surabaya yang mencatat puluhan spesies ikan air tawar sebagai basis data konservasi. Ia mengaku penelitian tersebut memiliki makna personal. “Momen paling berkesan adalah saat meneliti keragaman ikan di sungai sekitar Surabaya, karena penelitian tersebut selaras dengan wilayah tempat saya mengajar,” tuturnya.

Pencapaiannya masuk dalam daftar World’s Top 2% Scientist 2024 versi Stanford University dan Elsevier menjadi pengalaman sangat berkesan. Seluruh pencapaian tersebut berawal dari ketertarikannya pada penelitian. “Saya senang melakukan penelitian sejak S1. Ada kepuasan tersendiri ketika menemukan sesuatu yang belum pernah ditemukan sebelumnya,” ungkapnya.

Ia berpesan pada para peneliti muda dan mahasiswa. “Menjadi peserta Lindau bukanlah tujuan utama. Hal yang paling penting adalah tetap berfokus pada proses penelitian berkualitas serta menghasilkan dampak nyata yang dapat dirasakan masyarakat luas,” ujarnya. (*)

Facebook Comments

POST A COMMENT.