mepnews.id – Program Kado Kemerdekaan yang digelar YBM PLN UIP JBTB memperingati HUT ke-80 RI. Sebanyak 39 guru ngaji di Sidoarjo dan 61 dhuafa di Surabaya mendapat bingkisan kado spesial.
Di Sukodono, pada 18 Agutus 2025, 39 guru ngaji menerima kado yang dibagikan Persatuan Istri Karyawan Karyawati (PIKK) UIP JBTB. “Kami bangga bisa hadir bersama Ahlul Qur’an. Semoga guru ngaji tetap istiqamah melahirkan generasi Qur’ani yang kelak menjadi generasi emas Indonesia,” ungkap Wakil Ketua PIKK, Sinta Sindu Prastowo.
Para guru ngaji menyambut penuh rasa syukur. Ustaz Handoyo, koordinator guru ngaji di Sukodono, mengucapkan, “Terima kasih atas perhatiannya YBM PLN. Dukungan ini menambah semangat kami untuk terus berjuang bersama Al-Qur’an.”
YBM PLN UIP JBTB juga menghadirkan pelatihan mendongeng. Harapannya, para ustaz dapat memberi suasana belajar lebih kreatif dan menyenangkan. Dengan begitu, santri bukan hanya belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga termotivasi lewat cerita-cerita inspiratif.
Indasah, salah satu penerima kado, merasa bahagia dan penuh syukur. Ia mendoakan para muzakki lewat YBM PLN UIP JBTB senantiasa sehat, panjang umur, dan dimudahkan aktivitasnya.
Di Surabaya, program Kado Kemerdekaan menjangkau dhuafa di kawasan Wonokitri dan Kremil pada 21 Agustus. Sebanyak 61 dhuafa menerima kado dengan sumringah. Bagi mereka, bingkisan sederhana ini menjadi penyemangat di tengah kehidupan sehari-hari yang penuh keterbatasan.
Achmad Fathurrozi, perwakilan YBM PLN UIP JBTB, menegaskan semangat berbagi ini lahir dari rasa syukur atas kemerdekaan RI. “Semua berhak berbahagia di bulan kemerdekaan. Meski yang kami bawa tidak banyak, semoga menjadi penguat untuk terus bersyukur. Mari istiqamah dalam kebaikan.”
Dengan program ini, YBM PLN UIP JBTB berharap dapat menebarkan senyum, memperkuat ukhuwah, sekaligus memaknai kemerdekaan sebagai ruang untuk berbagi manfaat. Merdeka sejati adalah ketika bisa membahagiakan sesama.


