mepnews.id – Institut Teknologi Kalimantan (ITK) mengukuhkan komitmen mengembangkan pendidikan fisika medis. Salah satu langkah yang ditempuh antara lain berpartisipasi aktif di Pertemuan Ilmiah Tahunan Fisikawan Medis dan Biofisika (PIT-FMB) ke-7 di Bandung 8-10 Agustus 2025.
Dikabarkan situs resmi itk.ac.id, Rektor Prof Dr.rer.nat Agus Rubiyanto MEngSc, terlibat dalam diskusi strategis dengan Aliansi Institusi Pendidikan Fisika Medis (AIPFMI) dan Musyawarah Nasional Aliansi Fisika Medis Indonesia (Munas AFISMI) untuk mempersiapkan langkah-langkah penting dalam mendirikan program studi Fisika Medis di ITK.
Fisika Medis merupakan bidang yang mengaplikasikan prinsip-prinsip fisika untuk teknologi medis, seperti pencitraan medis dan terapi radiasi, yang sangat vital dalam era transformasi kesehatan Indonesia. Dengan fokus pemerintah pada pencegahan dan pengobatan dini kanker, kebutuhan ahli Fisika Medis semakin mendesak terutama di daerah seperti Kalimantan.
Prof Agus menyampaikan pentingnya kolaborasi dalam pengembangan kurikulum, fasilitas, dan sumber daya manusia untuk memastikan kualitas pendidikan yang tinggi. Dukungan dari AIPFMI akan membantu ITK menyusun kurikulum sesuai standar internasional dan mengatasi tantangan pengadaan fasilitas laboratorium serta akreditasi program studi.
Kendati ada tantangan pengembangan seperti kesiapan SDM dan fasilitas, ITK berkomitmen menjadikan Fisika Medis sebagai salah satu program unggulan di Kalimantan. Rektor ITK berharap lulusan program ini tidak hanya cerdas tetapi juga inovatif dan peduli sosial, mampu menghadapi tantangan global dan berkontribusi nyata pada peningkatan layanan kesehatan di daerah terpencil.
Dengan ambisi menjadikan Kalimantan sebagai pusat pengembangan teknologi medis, ITK bertekad melahirkan lulusan Fisika Medis berkualitas dan mampu bersaing di tingkat global. Rektor ITK optimis pengembangan program ini bermanfaat besar bagi masyarakat Kalimantan dan memajukan dunia kesehatan di Indonesia secara keseluruhan.


