mepnews.id – Jangan terpedaya oleh judulnya. Buku ini memang berjudul ‘Sembuh Tanpa Obat’. Tapi, isi buku karya Muhammad Solihin LD ini tidak menyarankan untuk membuang total obat-obatan medis. Bahkan, di halaman 4, penulis menekankan, “Buku ini tidak datang untuk menggantikan pengobatan medis. Tidak sama sekali….” Bahkan, di halaman 9, penulis menjelaskan, “…Obat tetap penting. Obat tetap bagian dari ikhtiar….”
Terus, apa yang ditawarkan pelukis lewat buku ini.
Penulis, yang juga pesilat, memaparkan berbagai hal yang memicu timbulnya penyakit. Dari sudut pandang medis, antara lain infeksi (virus, jamur, bakteri dan lain-lain), kerusakan jaringan (luka, trauma, degeneratif dan lain-lain), ketidakseimbangan hormonal, autoimun, dan sebagainya. Juga ada pemaparan dari sudut pandang agama, yakni sakit sebagai ujian, sakit sebagai penghapus dosa, sakit sebagai pengingat dan lain-lain.
Karena penulis juga praktisi hipnoterapi, maka ia menawarkan gagasan tentang kesadaran diri sebagai sarana penyembuhan penyakit. Konsep ‘kesadaran diri’ itu ia ungkapkan dalam kalimat, “Kadang obat hanyalah solusi permukaan….tapi tidak menyentuh akar masalahnya. Tubuh sembuh sementara, tapi pikiran gelisah…” (halaman 22). Maka, obat hanya perawatan fisik, dan kesadaran diri adalah perawatan jiwa.
Kesadaran diri, menurut pendiri community learning center (PKBM) Lentera Dunia di Paser (Kaltim) ini, antara lain sadar apa saja yang dimasukkan ke mulut, sadar bagaimana gaya hidup, sadar akan pikiran, sadar akan jiwa, hingga sadar spiritualitas untuk kembali ke Sang Pemilik Hidup.
Salah satu teknik untuk menjaga kesehatan dan menyembuhkan diri dari sakit adalah pernapasan. Ia memaparkan, pernapasan itu membawa oksigen masuk melalui hidung hingga paru. Oksigen ini kemudian diedarkan darah ke seluruh sel-sel tubuh sehingga terjadi proses respirasi seluler. Jika cukup oksigen, tubuh akan memperbaiki diri sendiri hingga sembuh.
Nah, yang terpenting adalah cara bernpas yang menyembuhkan. Saking biasanya, kita sering tidak sadar bahwa kita bernapas. Saat kita sadar bernafas, lalu menggunakan teknik-teknik pernapasan yang benar, maka peluang kesembuhan jadi lebih besar. Teknik-teknik itu dibahas detail dalam buku ini.


