mepnews.id – Dari Aceh, Aulia Agusdi mendapat kesempatan studi berwawasan global lewat beasiswa. Lulus dari Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Syiah Kuala (USK), ia melanjutkan program International Master of Science in Rural Development (IMRD) di Ghent University, berkat beasiswa penuh dari Pemerintah Federal Belgia melalui skema VLIR-UOS. Dari kampus ini, ia riset di Afrika dan Eropa.
“Saya memilih Belgia karena kualitas pendidikannya luar biasa, banyak fokus pada riset dan inovasi. Lingkungan hidupnya juga sangat mendukung untuk belajar. Kurikulum IMRD sejalan dengan minat saya di bidang ekonomi pertanian dan pembangunan berkelanjutan,” ujar Aulia lewat situs resmi usk.ac.id.
Pertama datang ke Belgia, ia sempat terkendala bahasa di wilayah Flanders yang lebih banyak menggunakan bahasa Belanda. Cepat beradaptasi, ia mendapat bantuan dari para mahasiswa Indonesia yang lebih dulu di sana.
Nahkan, Aulia terlibat dalam program mobilitas internasional. Semester pertama di Ghent (Belgia), semester kedua di University of Pretoria (Afrika Selatan), selanjutnya ke University of Pisa (Italia), serta studi kasus di Slovakia, sebelum kembali ke Belgia untuk menyusun tesis.
“Program ini memberi saya perspektif global dan pengalaman akademik lintas negara yang tak ternilai,” katanya.
Di Afrika Selatan, Aulia tak hanya belajar di kampus, tetapi juga menjelajahi keindahan alam dan kekayaan budaya lokal. Kunjungan ke Cape Town dan taman nasional menjadi momen tak terlupakan. “Saya belajar banyak dari interaksi dengan masyarakat lokal, terutama tentang nilai-nilai hidup dan keberagaman budaya,” tambahnya.
Setelah lulus, Aulia berencana membangun karier di Belgia. Baginya, berkontribusi untuk bangsa bisa dilakukan dari mana saja. “Pengalaman internasional ini bekal sangat penting. Saya ingin membawa pengetahuan ini untuk masa depan Indonesia, khususnya dalam sektor agribisnis di Aceh,” ungkapnya.


