mepnews.id – Demam Berdarah Demam Berdarah (DBD) sering muncul seiring datangnya musim hujan. Untuk mencegah jatuhnya korban, perlu mengenali cara penyebaran virus dengue penyebab DBD.

Dr Sulistiawati dr MKes, dosen Unair
Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair), Dr Sulistiawati dr MKes, menjelaskan peningkatan kasus DBD terkait faktor lingkungan dan iklim yang mendukung perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti sebagai inang virus dengue.
“Nyamuk ini lebih suka bertelur di air bersih, bukan di air kotor. Jika tempat berkembang biak nyamuk semakin mendukung, maka penyebaran virus akan lebih cepat,” jelasnya.
Guna mencegah penyebaran DBD, butuh keterlibatan masyarakat secara kolektif. Strategi utama pengendalian nyamuk adalah Program 3M Plus, yakni; menguras, menutup, dan mendaur ulang tempat penampungan air, serta upaya tambahan seperti menanam tanaman pengusir nyamuk dan menggunakan kelambu.
“Jika program 3M Plus dilakukan rutin dan kompak oleh seluruh masyarakat, maka kasus DBD dapat ditekan. Jika hanya sebagian yang menjalankan, efektifitasnya berkurang,” ungkapnya.
Selain pengendalian nyamuk, Sulistiawati juga menyoroti pentingnya kesadaran masyarakat dalam mengenali gejala awal DBD. Tidak semua orang mengalami gejala yang sama. “Ada yang hanya merasa lemas, ada yang demam tinggi, dan ada yang mengalami perdarahan hingga syok.”
Selain mengonsumsi obat penurun panas, ia juga menekankan pentingnya menjaga cairan tubuh dengan rutin mengkonsumsi air putih guna mencegah dehidrasi.
Bagaimana dengan konsumsi jus jambu yang sering dikaitkan dengan peningkatan trombosit?
Ia menjelaskan, jus jambu memang kaya vitamin dan mineral sehingga dapat menjadi suplemen yang baik. Namun, jika ada komplikasi lain seperti gangguan pencernaan, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter.


