mepnews.id – Ada satu lembaga di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang terus bergerak. Namanya, Bamboo Institute. Lokasinya di Pujon Hill di Kabupaten Malang.
Diwartakan situs resmi umm.ac.id edisi 14 Agustus 2024, pusat inovasi ini berkomitmen memaksimalkan potensi bambu sebagai sumber daya alam berkelanjutan. Melalui kolaborasi, Bamboo Institute dan Prodi Kehutanan UMM meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di bidang kehutanan. Mahasiswa memiliki akses ke fasilitas riset dan terlibat langsung dalam proyek-proyek yang memanfaatkan bambu.
Dr Tatag Muttaqin SHut MSc IPM, salah satu koordinator Bamboo Institute, menjelaskan institusi ini juga bekerja sama dengan UMKM memanfaatkan bibit bambu. “Ada tiga puluh jenis bambu ditanam di Bamboo Institute. Dari sini, para mahasiswa mendapatkan ilmu baru, dan kami para koordinator ikut belajar.”
Bamboo Institute juga memainkan peran dalam pengembangan kurikulum Prodi Kehutanan UMM. Materi pembelajaran berbasis riset dan inovasi bambu dimasukkan ke dalam kurikulum, memberikan mahasiswa pengetahuan relevan dengan kebutuhan industri. Hal ini juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan produk berbasis bambu bernilai ekonomis tinggi, seperti furniture, konstruksi, dan kerajinan tangan, yang mendukung konsep kehutanan berkelanjutan.
Bamboo Institute juga memperluas kolaborasinya dengan berbagai lembaga di dalam maupun luar negeri. “Ini menjadi peluang bagi mahasiswa Prodi Kehutanan UMM untuk terlibat dalam program penelitian internasional atau pertukaran pelajar,” tambahnya
Bamboo Institute tidak hanya dikelola dosen dan mahasiswa Prodi Kehutanan, tetapi juga terbuka bagi mahasiswa prodi lain yang tertarik mempelajari pertanian. Ke depan, Bamboo Institute akan mendirikan Pasar Bamboo yang menampilkan kreativitas pengelolaan hasil bambu. Targetnya, Bamboo Institute jadi pusat belajar perbambuan di Indonesia.(Ri/Faq)


