TOMOT untuk Uji Kadar Tanah Pertanian

mepnews.id – Sekelompok mahasiswa Telkom University (Tel-U) membantu petani dengan produk inovatif untuk menguji kadar tanah dengan cepat, akurat, dan portabel. Produk tersebut diberi nama TOMOT (Tongkat Monitoring Tanaman).

TOMOT dikembangkan Muhammad Ferdin dari program studi S1 Teknik Logistik bersama Aliyus Hedri, Hilaliyah Ayu Faoziyah dan Bagas Sudanasto dari program studi S1 Teknik Elektro melalui Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Karya inovatif (PKM-KI). Di bawah pendampingan Prafajar Suksessano Muttaqin ST MT ESlog, TOMOT memperoleh pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

“Kehadiran TOMOT untuk meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk dan mencegah kerusakan tanah. Melalui tiga tahapan penyempurnaan inovasi, TOMOT diharapkan dapat meningkatkan hasil panen petani,” jelas Ferdin, lewat situs resmi telkomuniversity.ac.id edisi 8 Agustus 2024.

Era modern menempatkan teknologi pada peran penting dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas, termasuk di sektor pertanian. Seperti sektor lainnya, pertanian juga memerlukan inovasi seiring perkembangan teknologi.

Dalam lahan pertanian, kesuburan tanah antara lain dipengaruhi oleh kadar air tanah, kenetralan tingkat keasaman, suhu tanah, hingga penyerapan air. Karena tanah di Indonesia banyak yang memiliki potential of hydrogen (pH) masam, penyerapan kandungan NPK (nitrogen, fosfor, dan kalium) bisa terganggu.

TOMOT bisa mengukur unsur hara tanah secara cepat dan akurat. Fitur utamanya dapat membantu dan memudahkan petani melakukan pemantauan faktor-faktor kesuburan tanah, antara lain NPK, suhu, kelembaban, TDS (Total Dissolved Solids), konduktivitas, pH, hingga salinitas tanah. Desain ergonomisnya memberikan kemudahan penggunaan. Dengan sistem pemantauan fleksibel, TOMOT bisa melakukan pemantauan secara luring maupun daring melalui website.

Perancangan dan realisasi produk dilakukan di Laboratorium riset Electronics and Intelligence Robotics Research Group (EIRRG). Dari pengadaan bahan baku frame utama produk hingga perakitan dilakukan dengan teliti untuk memastikan seluruh sistem TOMOT bekerja dengan baik.

Saat ini, TOMOT mencapai tahap pengujian serta evaluasi pengembangan produk. Tim mahasiswa Tel-U juga mengupayakan agar TOMOT dapat memenuhi tingkat standar teknologi dan standar penggunaan agar dapat menghadirkan manfaat seperti yang diharapkan.

“Diharapkan alat ini dapat terdistribusikan kepada petani. Dengan begitu, TOMOT dapat menghadirkan manfaat untuk pertanian di Indonesia dan membantu petani dalam mengetahui kualitas tanah,” kata Hedri. (Aqila Zahra Qonita)

Facebook Comments

Comments are closed.