Oleh: Amir Mukminin SPdI MPd
mepnews.id – Pendidikan Agama Islam memiliki peran sangat penting dalam membentuk generasi muda tangguh dan berkarakter di era Society 5.0. Era ini ditandai perkembangan teknologi dan informasi yang masif, serta kemajuan dalam bidang kecerdasan buatan, robotika, dan Internet of Things (IoT).
Di tengah kemajuan tersebut, pendidikan agama Islam menjadi fondasi yang kokoh bagi generasi muda untuk membangun kepribadian yang utuh dan berakhlak mulia. Generasi muda perlu menyadari sejak awal bahwa di balik semua kekuatan dan kecanggihan teknologi ini, semua berjalan atas kuasa Allah.
“Wahai golongan jin dan manusia! Jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan (dari Allah).” (Q.S Ar Rahman: 33)
Lantas, mengapa pendidikan agama Islam itu penting bagi generasi muda pada era society 5.0?
Pertama, pendidikan agama Islam memberikan bekal spiritual yang kuat bagi generasi muda. Pada era Society 5.0, di mana segala sesuatu serba instan dan serba cepat, generasi muda rentan mengalami kekeringan spiritual. Pendidikan agama Islam mengajarkan nilai-nilai ketuhanan, keimanan, dan akhlak mulia yang dapat menjadi pelita bagi generasi muda dalam menjalani kehidupan yang semakin kompleks. Dengan bekal spiritual yang kuat, mereka akan mampu menghadapi tantangan dan godaan yang datang seiring dengan kemajuan teknologi.
Kedua, pendidikan agama Islam menanamkan prinsip-prinsip moral dan etika yang kokoh. Pada era Society 5.0, di mana perkembangan teknologi dan informasi begitu pesat, generasi muda dihadapkan pada berbagai macam tantangan moral dan etika. Pendidikan agama Islam mengajarkan nilai-nilai seperti kejujuran, integritas, tanggung jawab, dan rasa hormat kepada sesama manusia. Nilai-nilai ini akan menjadi pedoman bagi generasi muda dalam berinteraksi dengan dunia digital dan teknologi, serta membantu mereka membuat keputusan yang bijak dan bermartabat.
Ketiga, pendidikan agama Islam mendorong generasi muda untuk memanfaatkan teknologi secara positif dan bertanggung jawab. Islam tidak menolak kemajuan teknologi, melainkan mengajarkan bahwa teknologi harus dimanfaatkan untuk kebaikan dan kemaslahatan umat manusia. Pendidikan agama Islam memberikan arahan kepada generasi muda untuk menggunakan teknologi sebagai alat untuk memperluas wawasan, membantu sesama, dan menyebarkan kebaikan di dunia maya.
Keempat, pendidikan agama Islam memperkuat rasa kebangsaan dan identitas nasional generasi muda. Pada era Society 5.0, di mana batas-batas negara semakin kabur dan interaksi global semakin intensif, generasi muda perlu memiliki pondasi yang kuat dalam hal identitas nasional dan budaya bangsa. Pendidikan agama Islam mengajarkan nilai-nilai kebangsaan, cinta tanah air, dan penghargaan terhadap budaya lokal yang selaras dengan ajaran Islam.
Dengan demikian, pendidikan agama Islam menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan era Society 5.0. Melalui pendidikan agama Islam, generasi muda akan memiliki fondasi spiritual, moral, dan etika yang kokoh, serta kemampuan untuk memanfaatkan teknologi secara positif dan bertanggung jawab. Generasi muda yang berbekal pendidikan agama Islam akan mampu menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masyarakat dan bangsa.
Wallahu’alam bishshowwab.
Penulis adalah Waket I Bidang Akademik STAIMAS Wonogiri, Dosen Prodi PAI STAIMAS Wonogiri, Mahasiswa Doktoral UNU Surakarta


