48 Mahasiswa Internasional Menanam Kacang di Magetan

mepnews.id – UPT Kerjasama dan Layanan Internasional (KLI) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar program tahunan ‘UNS Goes to Village’ di Desa Janggan, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, pada 15-16 Mei 2023.

Dikabarkan situs resmi uns.ac.id, program ini diikuti 48 mahasiswa internasional dari Program UNS Scholarship, Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB), Darmasiswa, dan Short Mobility. Kegiatan ini juga diikuti mahasiswa dari Thepsatri Rajabhat University dan Hongkong Educational University. Mereka dari Hongkong, Thailand, Vietnam, Turkmenistan, Nigeria, Tanzania, dan Sudan.

Kepala UPT KLI UNS, Rino Ardhian Nugroho SSos MTI PhD, mengatakan, “UNS Goes to Village merupakan bagian dari orientasi budaya untuk memberikan wadah pemahaman budaya, nilai, dan kebiasaan adat masyarakat Indonesia bagi mahasiswa internasional.”

Kepala Desa Janggan, Hariyadi, menyambut kegiatan ini. Para mahasiswa mengunjungi SDN Janggan dan MIN 14 Magetan untuk berinteraksi dengan para murid. Kedatangan mereka disambut antusias murid-murid yang mempersembahkan tarian Reog.

Para mahasiswa internasional juga mengunjungi beberapa home industry, termasuk pembuatan tempe, keripik pisang, dan keripik sermier. Kegiatan ini memberikan pengalaman bagi para mahasiswa untuk belajar tentang proses pembuatan makanan lokal.

“Untuk lebih mendalami kehidupan masyarakat desa, mahasiswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan tinggal bersama host family warga setempat. Malam hari, mereka belajar tari Reog yang merupakan salah satu kekayaan budaya Jawa Timur,” terang Rino.

Hari kedua, peserta diajak ke ladang untuk menanam kacang tanah, mengunjungi peternakan sapi, dan mempelajari pengelolaan peternakan. Acara ditutup dengan workshop bermain lesung bersama Sekolah Lansia Tangguh (Selatang).

Program UNS Goes to Village tidak hanya memberikan wawasan budaya kepada mahasiswa internasional, tetapi juga memperkenalkan warga desa kepada keberagaman budaya dunia.

“Diharapkan, kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap kebudayaan lokal Jawa serta mempererat hubungan antara mahasiswa internasional dengan masyarakat setempat,” imbuh Rino.

Facebook Comments

Comments are closed.