mepnews.id – Perpustakaan Universitas Brawijaya tuan rumah acara edukasi, Danamon Wealth Series. Acara kali ini mengusung tema ‘Financial Planning for the Future’ yang diselenggarakan di Ruang Pertemuan 1, Gedung Perpustakaan Universitas Brawijaya. Acara dihadiri mahasiswa serta tenaga kependidikan.
Situs resmi ub.ac.id edisi 8 Maret 2024 mengabarkan, pembicara utama Adrian Maulana. Public figure ini pernah terjun di dunia hiburan sebagai artis sinetron dan presenter, dan sekarang menjadi Senior Vice President, Intermediary Business, PT Schroders Investment Management Indonesia. Dengan pengalamannya di bidang keuangan, Adrian memberikan wawasan kepada peserta acara mengenai pentingnya berinvestasi untuk masa depan.
Pertama, ia memaparkan perbedaan antara menabung dan berinvestasi. Keduanya sama-sama menyisihkan sebagian pendapatan dari gaji atau bisnis untuk ditempatkan dalam suatu pos tertentu. Yang membedakan, kapan sebaiknya uangnya digunakan.
“Kalau punya kebutuhan jangka pendek, maka tempatkan uang dalam tabungan. Makanya, semua wajib punya tabungan. Tapi, kalau untuk kebutuhan jangka panjang, misal lebih dari 1 tahun seperti untuk pendidikan, pernikahan, umroh atau naik haji, liburan dan lain-lain, maka tempatkan uang ke dalam investasi,” kata Adrian.
Menurutnya, menabung lebih cocok untuk kebutuhan jangka pendek, investasi lebih tepat untuk kebutuhan jangka panjang.
Ia juga menekankan pentingnya menggunakan Idle Money ketika berinvestasi.
“Jangan gunakan uang untuk kebutuhan utama atau sehari-hari. Gunakan idle money yang alias lebihan uang yang biasanya digunakan untuk lain-lain. Ketika ada resiko kerugian, itu tidak mengancam kondisi keuangan sehari-hari keluarga,” tambah Adrian.
Itulah sebabnya, setiap kali gajian atau dapat kiriman, segera sisihkan untuk investasi sesuai kemampuan.
Adrian lalu memberikan tips praktis untuk berinvestasi dalam reksa dana. Ia memaparkan bagaimana menetapkan tujuan, memahami profil risiko, pemilihan produk yang sesuai, memilih manajer investasi yang bereputasi baik, serta melakukan monitoring dan rebalancing secara berkala.
Untuk jenis investasi yang cocok bagi mahasiswa yang masih muda dan peluang besar untuk membangun karier serta bisnis, Adrian menyarankan sebaiknya berinvestasi pada aset yang berisiko tinggi dengan potensi keuntungan besar. Bagi yang sudah mendekati berkeluarga dan mendekati usia pensiun, sebaiknya berinvestasi pada instrumen yang resikonya rendah. (IHW/OKY/Humas UB)


