mepnews.id – Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) meresmikan At Ta’awun Tower pada Sabtu 9 Maret 2024. Tower dengan nuansa putih, merah dan hijau tersebut menjadi salah satu gedung universitas tertinggi di Indonesia.
Peresmian dihadiri Haedar Nashir selaku Ketua Umum Pimpinan Pusat PP Muhammadiyah, Muhadjir Effendy selaku Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudaayaan, Budi Gunadi Sadikin selaku Menteri Kesehatan, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, dan beberapa tokoh penting lain.
Dikabarkan situs resmi um-surabaya.ac.id, At Ta’awun Tower terdiri dari 23 lantai dengan basement sebagai lahan parkir. Gedung ini dibangun dengan desain urban di Pusat Kota Surabaya. Tampak lebar dari depan dan ramping dari samping. Saat malam, gedung ini menarik dengan lampu-lampu yang menyala.
At Ta’awun Tower menjadi gedung bagi Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi dengan semua aktivitasnya secara keseluruhan. Ada Ruang Dekan, Ruang Dosen, Lab Parasitologi, Lab Patalogi Klinik, Lab Histologi/Biomedik, Lab Farmokologi, Skill Lab, Skill Lab Tutorial, Skill Lab, Ruang Osce, Student Center, Perpustakaan, Ruang Manekin, Lab Biologi Oral, Ruang Baca, Ruang CBT, Ruang Teater 1, Ruang Teater 3, Ruang Senat dan Ruang Rapat, Auditorium, dan ruang-ruang strategis lain.
Di lantai 20 dan 21, ada ruang yang disulap layaknya gedung bioskop lengkap dengan bentuk kursi dan tata letaknya. Namun, ruangan ini tidak untuk menonton film bioskop. Ini ruang pembelajaran, perkuliahan dan pertemuan.
Dari puncak At Ta’awun Tower, mahasiswa bisa melihat laut lepas, menikmati keindahan Kenpark dan Jembatan Suramadu. Begitu juga dengan sejumlah icon Surabaya serta kemegahan gedung-gedung tinggi di antara pemukiman penduduk.
Bagi sebagian orang, angka 23 atau ganjil dipercaya sebagai angka sial. Namun, pembangunan At Ta’awun Tower ingin merubah stereotipe soal angka keberuntungan dan angka kesialan. Seluruh civitas akademika UM Surabaya percaya 23 lantai UM Surabaya membawa banyak kebaikan.


