mepnews.id – Salah satu alternatif perencanaan keuangan yang aman dan menguntungkan adalah tabungan dan investasi emas. Namun, seperti halnya semua jenis investasi, terdapat kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan masayarakat yang ingin berinvestasi emas.

Venus Kusumawardana, dosen UMM.
Menurut Venus Kusumawardana SE MM, dosen di Program Studi D3 Perbankan Universitas Muhammadiyah Malang, individu disarankan memahami keuntungan dan kerugian sebelum memutuskan menabung atau berinvestasi emas.
“Tabungan dan investasi emas dapat menjadi pilihan yang baik untuk melindungi nilai aset dan diversifikasi portofolio. Namun, tidak ada investasi yang bebas risiko. Keputusan untuk berinvestasi dalam emas harus selaras dengan tujuan keuangan dan toleransi risiko masing-masing individu,” jelasnya lewat situs resmi umm.ac.id edisi 20 Januari 2024.
Venus mengatakan, emas terbukti sebagai bentuk lindung nilai yang efektif terhadap inflasi dan ketidakstabilan mata uang. Dalam dunia keuangan yang terkadang mengalami ketidakstabilan, diversifikasi portofolio menjadi esensial. Menambahkan emas ke dalam campuran investasi dapat membantu mengurangi risiko terhadap perubahan besar dalam nilai aset lainnya.
Diversifikasi portofolio adalah cara untuk menyebar risiko dengan memiliki berbagai jenis investasi. Dengan memiliki jenis aset seperti saham, obligasi, dan mungkin emas, seseorang dapat mengurangi dampak negatif dari kinerja buruk satu jenis investasi terhadap seluruh portofolio.
“Investasi dalam emas sering dipandang sebagai pilihan jangka panjang yang stabil. Kenaikan nilai emas seiring waktu dapat menjadi strategi yang baik untuk tujuan investasi jangka panjang seperti pensiun atau kekayaan masa depan. Di sisi lain, emas juga sering dicari sebagai tempat berlindung saat terjadi krisis ekonomi atau ketidakpastian global. Selama periode ketidakstabilan ekonomi, harga emas dapat meningkat karena investor mencari keamanan,” ujar venus.
Meski demikian, salah satu kelemahan investasi emas adalah tidak menghasilkan penghasilan reguler. Ini beda jika dibandingkan dengan saham atau obligasi yang dapat menghasilkan pendapatan pasif seperti dividen.
Keuntungan investasi emas diperoleh ketika nilai aset meningkat. Namun perubahan tersebut mungkin tidak konsisten atau dapat bervariasi dari waktu ke waktu. Artinya, nilai aset dapat naik dan turun. Keuntungan bisa diperoleh ketika nilai aset tersebut meningkat, bahkan jika kondisinya tidak selalu stabil atau dapat berubah-ubah.
“Sekalipun dipandang sebagai lindung nilai, harga emas tidak selalu stabil. Faktor global seperti perubahan kebijakan moneter dan kondisi geopolitik dapat memberikan dampak signifikan pada nilai emas. Bagi mereka yang menyimpan emas fisik, biaya penyimpanan dan keamanan dapat menjadi beban. Selain itu, investasi dalam instrumen emas seperti Exchange-Traded Funds (ETF) dapat melibatkan biaya perdagangan dan manajemen,” tambahnya.
Venus lalu memberikan tips bagi individu yang baru pertama kali berinvestasi dalam emas. Pertama, tentukan dengan jelas tujuan investasi untuk jangka pendek, menengah, atau panjang. Jika tujuan jangka panjang, perlu dipertimbangkan apakah untuk investasi atau apresiasi harga. Kedua, gunakan uang yang tidak dipakai dalam waktu dekat, yakni uang dingin setelah kebutuhan sehari-hari terpenuhi. Ketiga, lakukan investasi secara berkala jika dana terbatas.
“Selanjutnya adalah melihat perkembangan ekonomi dan harga emas, apakah perekonomian sedang krisis atau sedang baik-baik saja. Jika akan krisis maka investasi lebih menjanjikan kenaikannya. Berikutnya yaitu untuk memastikan tempat penyimpanannya harus aman terkhusus untuk pemula. Untuk pembeliannya pun disarankan di toko emas yang terpercaya dan ada sertifikat atau kwitansi atau bukti kepemilikannya,” pungkasnya. (rev/wil)


