Mahasiswa STAIMAS Ikuti Aksi Sukseskan Pemilu Aman dan Damai, Berikut 4 Komitmen Bersama Masyarakat dan Pemuda

mepnews.id-Dua mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (STAIMAS Wonogiri) mengikuti Aksi gabungan untuk mensukseskan Pemilu Aman dan Damai, 12 Januari 2024, di simpang empat Ponten Wonogiri. Aksi itu di antaranya diikuti mahasiswa STAIMAS, GP Ansor, Kokam, Kelompok pencak silat PSHT dan Winongo.

“Kami organisasi kemasyarakatan dan pemuda Kabupaten Wonogiri berkomitmen mensukseskan Pemilu tahun 2024 agar berjalan damai, sukses dan aman. Kami tolak hoaks, ujaran kebencian dan provokatif,” ujar mahasiswa STAIMAS, Hanna Ifadatul Khoiriyah, saat menyampaikan orasinya.

Peserta aksi kemudian membagikan selebaran kepada pengguna jalan yang bersisi ajakan untuk mensukseskan pemilu yang aman dan damai dengan menolak provokasi, berita hoaks, dan ujaran kebencian.

Hanna menyampaikan, agenda Jumat siang itu adalah aksi damai yang bertujuan untuk mensukseskan Pemilu 2024.

“Pemilihan Umum secara esensi merupakan proses pembelajaran dalam rangka pendewasaan bangsa. Pemilu juga merupakan momentum ujian bagi seluruh elemen bangsa, mengenai seberapa jauh nilai-nilai demokrasi telah menjadi bagian dari jati diri bangsa Indonesia,” ujar Hanna selaku Korlap.

Hanna menyatakan, semua yang hadir sependapat Pemilu Damai adalah kerja besar yang membutuhkan partisipasi dari seluruh elemen bangsa, mulai dari tataran individu. “Pemerintah telah senantiasa berkomitmen untuk menjaga kondusivitas dan keamanan selama pemilu,” tambah anggota BEM STAIMAS itu.

Ada empat ajakan yang disampaikan dalam aksi itu:

1) Turut memastikan Pemilu Damai tidak semata-mata dimaknai sebagai slogan, melainkan sebagai ikhtiar untuk menciptakan atmosfer yang kondusif selama seluruh rangkaian tahapan.

2) Bersedia untuk sepakat bahwa menjaga kedamaian selama Pemilu adalah tanggungjawab bersama seluruh elemen bangsa tanpa terkecuali.

3) Turut memastikan bahwa seluruh unsur yang terlibat dalam kegiatan kampanye politik dapat menjalankan peran tanpa mencederai harga diri dan martabat setiap pihak, termasuk lawan politiknya. Sudah bukan saatnya masa kampanye diisi kegiatan yang tidak produktif dan justru berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat.

4) Jangan mudah terprovokasi oleh berita berita yang belum diketahui kebenarannya.

“Mari kita saling bekerja sama sehingga Pemilu 2024 dapat menjadi bukti bahwa masyarakat telah kian cerdas dalam berpolitik, sekaligus menjadi perayaan atas kedewasaan kita sebagai Bangsa Indonesia,” kata Hanna.

Facebook Comments

Comments are closed.