Oleh: Esti D. Purwitasari
mepnews.id – Pilih mana; manis atau pahit? Kalau dibuat jajak pendapat pada anak-anak, bisa dikata hampir semua bakal memilih yang manis. Kalau dibuat jajak pendapat orang dewasa, mungkin prosentase yang suka pahit meningkat tapi secara keseluruhan masih lebih banyak yang suka manis.
Mengapa sih banyak orang tak suka rasa pahit?
Ada beberapa alasan mengapa banyak orang cenderung tidak suka rasa pahit:
Secara evolusi, rasa pahit dalam alam liar bisa menjadi indikator substansi beracun atau berbahaya. Kondisi ini mempengaruhi faktor genetika untuk lebih peka terhadap rasa pahit. Maka, sejumlah orang mengasosiasikan rasa pahit dengan potensi berbahaya. Sampai-sampai, ada orang yang muntah saat mengunyah sesuatu yang pahit.
Ada juga pengaruh kultur, pembiasaan makan, dan gaya hidup moderen. Dalam beberapa budaya, rasa pahit mungkin kurang disukai sehingga berpengaruh pada kebiasaan makan. Gaya hidup dan pilihan makanan modern menghasilkan banyak makanan dan minuman yang diproses komersial dan cenderung mengandung gula untuk meningkatkan kelezatan sehingga mengurangi rasa pahit.
Padahal, rasa pahit itu salah satu dari lima rasa dasar yang dapat dirasakan lidah kita. Lainnya, rasa manis, asin, asam, dan umami. Kita bisa merasa satu rasa tertentu karena lidah kita juga bisa merasakan rasa yang lain. Otak kita bisa menikmati satu rasa tertentu karena keberadaan rasa-rasa yang lain.
Perimbangan rasa dalam makanan memiliki peran sangat penting dalam pengalaman gastronomi dan kepuasan selera. Rasa yang seimbang menciptakan sensasi menyenangkan. Ini bisa memastikan bahwa makanan tidak hanya lezat tetapi juga memenuhi kebutuhan nutrisi.
Ketika makanan memiliki kombinasi rasa seimbang, antara manis, asin, asam, pahit, dan umami, hal itu dapat memberikan kepuasan sensoris lebih lengkap. Kombinasi rasa yang baik bisa merangsang selera makan.
Pengalaman makan yang menyenangkan dan memuaskan dapat memberikan dampak positif pada kesehatan mental dan emosional. Makanan yang dinikmati dengan baik dapat meningkatkan suasana hati dan memberikan kepuasan.
Rasa pahit, meskipun tidak selalu disukai sebagian besar orang, memiliki peran penting dalam pengalaman makan. Rasa pahit dapat memberikan keseimbangan rasa, sehingga menciptakan kompleksitas dan kedalaman pada setiap suapan atau gigitan. Rasa pahit menambah dimensi rasa yang kontras dengan rasa-rasa lainnya.
Bahkan, dalam beberapa kasus, rasa pahit justru dapat meningkatkan kelezatan hidangan. Dalam cokelat hitam atau kopi, rasa pahit memberikan tingkat kelezatan lebih tinggi dan meningkatkan kompleksitas rasa.
Yang lebih penting, beberapa makanan memiliki rasa pahit sebagai indikator kesehatan termasuk nutrisi penting vitamin, mineral, dan antioksidan tertentu. Banyak makanan pahit dikaitkan dengan manfaat kesehatan herbal tertentu.
Beberapa contoh makanan sehat yang ada rasa pahitnya; Kale sayuran hijau kaya serat, vitamin A, vitamin K, vitamin C, dan zat besi. Broccoli Rabe sayuran hijau pahit yang mengandung serat, vitamin A, vitamin K, vitamin C, dan zat besi. Teh hijau terkenal dengan kandungan antioksidannya yang tinggi. Cokelat hitam mengandung flavonoid yang baik untuk kesehatan jantung. Yang paling pahit, buah pari (pare atau peria) memiliki banyak manfaat kesehatan termasuk untuk pengaturan gula darah.


