mepnews.id – Universitas Brawijaya, melalui Fakultas Teknologi Pertanian, berkolaborasi dengan PT Pupuk Indonesia mengembangkan pupuk nano-P berbasis biochar melalui Program Matching Fund DIKTI 2023. Kerjasama ini diawali dengan penelitian tentang potensi biomassa berbasis limbah pertanian dan karakterisasi produk pirolisis dari berbagai sumber limbah pertanian.
Dikabarkan situs resmu ub.ac.id, dari penelitian awal sudah didapatkan beberapa luaran berupa alat pirolisis dan ikut serta dalam beberapa publikasi ilmiah seminar internasional. Penelitian terkait biochar dari biomassa berbasis limbah pertanian, hasil hutan dan limbah agroindustri serta karakterisasi nano biochar telah dilakukan sejak tahun 2014.
Penelitian dilakukan Hendrix Yulis Setyawan STP MP PhD sebagai Ketua Pengusul, dengan anggota Nimas Mayang Sabrina Sunyoto STP MP PhD, Yusron Sugiarto STP MP MSc, Beauty Suestining Diyah Dewanti ST MT PhD, Lukman Hakim SSi MSc PhD, Syahrul Kurniawan SP MP PhD, Gabryna Auliya N SP MP MSc, Vindhya Tri Widayanti STP MP, Devy Ulandari STP MTP, Shafira Arini Sundari SSi, Andhika Putra Agus Pratama ST, Ilham Akbar Pamungkas ST, Viqy Maulana MS ST, serta 18 mahasiswa MBKM terintegrasi skripsi.
Biochar, menurut Hendrix, adalah limbah pirolisis bomassa. “Prinsip kerjanya, biochar direduksi menjadi ukuran nano kemudian diimpregnasi dengan fosfat. Biochar ini, kemudian dapat digunakan sehingga tanaman mendapat nutrisi fosfat lebih cepat dan efisien,” jelasnya.
Biochar adalah pupuk berbahan dasar sekam padi. Pemilihan bahan ini karena ketersediaan dan kemudahan mencari bahan baku. Untuk pemakaiannya, Biochar bisa digunakan dengan cara disemprot atau di tanah. “Untuk semprot, kami menguji dengan komposisi 3 gram pupuk dalam 1 liter air. Saat ini masih dikaji hasilnya oleh teman-teman di Fakultas Pertanian,” ujarnya.
Di FTP sendiritelah dilakukan beberapa penelitian dan pengembangan terkait kandidat sumber biochar. “Beberapa bahan yang digunakan dalam penelitian biochar antara lain sekam padi, bagasse, tandan kosong kelapa sawit dan lainnya. Untuk mendapat biochar ukuran nano, modifikasi dilakukan dengan pirolisis biomassa dan pengecilan ukuran,” imbuh dosen FTP ini.
“Manfaat program ini dapat menjalin kerja sama antara Universitas Brawijaya, PT Pupuk Indonesia, petani dan pemerintah. Selain itu akan dihasilkan prototipe pupuk nano-p berbasis biochar yang merupakan hilirisasi dari riset universitas dan berpotensi untuk diproduksi oleh PT. Pupuk Indonesia,” pungkasnya.


