mepnews.id – Politeknik Negeri Malang (Polinema) memperkuat kerja sama internasional melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Yunnan Vocational College of Mechanical and Electrical Technology dan Hope International. Dikabarkan situs resmi polinema.ac.id edisi 26 Maret 2026, kegiatan dilaksanakan di Ruang Rapat Pimpinan, Gedung Kantor Pusat Polinema.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Ir Supriatna Adhisuwignjo ST MT selaku Direktur Politeknik Negeri Malang, Zhao Wei selaku President Yunnan Vocational College, serta Li Zhuming selaku CEO Hope International China, sebagai simbol komitmen bersama dalam membangun kolaborasi strategis di bidang pendidikan vokasi.
Penandatanganan MoU dan diskusi kemitraan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan vokasi, khususnya advanced manufacturing, green energy, dan bidang teknik.
Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari kolaborasi yang telah terjalin sebelumnya dan mencerminkan komitmen meningkatkan jejaring global, kapasitas institusi, serta keterkaitan dengan industri. Diharapkan, mahasiswa memperoleh kompetensi relevan dengan kebutuhan industri global serta pengalaman internasional.
Salah satu poin yang dibahas adalah rencana implementasi program joint degree dengan skema 1+1+1 pada bidang Teknik Mesin dan Teknik Elektro. Dalam program ini, mahasiswa menempuh tahun pertama di Polinema (Indonesia), tahun kedua di Yunnan Vocational College (Cina), tahun ketiga penempatan industri di Indonesia atau Cina.
Selain program joint degree, kerja sama ini juga mencakup berbagai inisiatif lain, seperti pertukaran mahasiswa dan dosen, penelitian bersama, pengembangan kurikulum, peningkatan kapasitas dosen, serta program pengabdian kepada masyarakat. Program pelatihan jangka pendek, seperti welding (pengelasan), juga dikembangkan untuk meningkatkan keterampilan praktis mahasiswa.
Ketiga institusi menekankan pentingnya penyelarasan kurikulum (minimal 70% kesetaraan), persiapan bahasa Mandarin, serta keterlibatan mitra industri guna memastikan keberhasilan implementasi program. Kolaborasi dengan industri, termasuk potensi kerja sama dengan CCEPC, diharapkan dapat membuka peluang magang dan jalur karier bagi mahasiswa.
Diskusi juga membahas berbagai aspek teknis pelaksanaan, seperti mekanisme rekrutmen mahasiswa, sistem registrasi ganda, skema pembiayaan, serta aspek regulasi termasuk perizinan dan visa untuk mobilitas internasional. Pentingnya pengelolaan ekspektasi mahasiswa terkait penempatan kerja dan kondisi kerja juga menjadi perhatian bersama.
Sebagai tindak lanjut, seluruh pihak sepakat membentuk kelompok kerja bersama yang akan bertanggung jawab dalam pengembangan kurikulum, implementasi program, serta koordinasi administratif dan teknis. Penyusunan timeline implementasi serta pertemuan lanjutan akan segera dilakukan dalam waktu dekat.
Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah strategis yang berkelanjutan dalam mendorong kemajuan pendidikan vokasi serta memperkuat hubungan akademik dan industri antara Indonesia dan Cina.


