UAD Siapkan Drone Bom untuk Pertahanan Negara

mepnews.id – Dalam peperangan era kini, peran drone sangat vital. Selain tidak beresiko terhadap manusia yang mengendalikannya, drone dengan bom terbilang efektif dan efisien dalam melumpuhkan lawan, atau menyertai penggunaan rudal untuk kombinasi serangan.

Dikabarkan uad.ac.id, Pusat Riset CIRNOV Universitas Ahmad Dahlan (UAD) telah melakukan riset pembuatan drone bermuatan bom yang sudah diuji-cobakan statis maupun dinamis untuk kepentingan produksi. Sebelumnya, CIRNOV sudah mampu membuat rudal anti pesawat terbang (Rudal Merapi) dan juga rudal anti tank / kendaraan tempur (Rudal Kodok) kaliber 70.

“Bom yang dibawa drone untuk melumpuhkan target, dapat menggunakan teknik impact-fuze (benturan bersama drone) seperti yang digunakan drone Kamikaze, maupun teknik dropping yakni bom dijatuhkan dari drone yang terbang,” begitu penjelasan situs resmi UAD ini edisi 20 Februari 2026.

Bom yang dibuat CIRNOV bernama Gambit Merapi ini menggunakan sistem keamanan berlapis sebagaimana persyaratan produk hankam yang harus dipastikan aman bagi pengguna dan sekitarnya. Sistem keamanan dilakukan melalui sekuensial fungsi komponen Pin Mekanik Fuze, Safety Pin, Timer, dan Self Destruction.

Bom secara umum terdiri dari dua bagian penting yaitu rangkaian fuze dan peledak yang diaktifkan detonator. Rangkaian fuze harus memiliki sistem keamanan akurat. Detonator yang terhubung dengan rangkaian fuze akan memicu bahan TNT atau sejenisnya sehingga meledak dengan kekuatan tinggi.

Ledakan mampu menghamburkan isian bom seperti bola baja, pecahan logam keras dan lain-lain. Tujuannya, melumpuhkan target pada radius tertentu. Besar kecilnya radius dapat diatur melalui jumlah bahan peledak yang dipergunakan serta teknik sebaran obyek yang berfungsi untuk menghantam sasaran.

Gambit Merapi dibuat menggunakan komponen lokal sehingga sangat mandiri dan memiliki potensi mudah dibuat dalam jumlah besar untuk mendukung operasi berkepanjangan. Dalam pembuatannya, berbagai konsep dasar ilmu-ilmu Fisika dan Material juga diterapkan. Antara lain penggunaan kalkulasi akurat sistem firing pin (kekuatan pegas), vibrasi struktur bahan dan kehandalan rangkaian elektronika. Begitu juga ilmu Aerodinamika agar bom yang dijatuhkan mampu merubah arah dari posisi horizontal ke vertikal sehingga firing pin dapat aktif mendetonasi bom sewaktu mengalami benturan terhadap target untuk nilai hentakan tertentu.

Uji fungsi detonator bom sudah dilakukan CIRNOV UAD bersama PT DAHANA yang selama ini bekerjasama dalam pengembangan teknologi alutsista. Gambit Merapi dibuat dalam dua jenis yaitu drone Kamikaze dan drop drone bomb.

“Sekarang sudah ada pihak yang berminat dan dalam proses pembelian. Diharapkan produksi bisa semakin masif dan handal untuk mencukupi kebutuhan penguatan teknologi pertahanan Indonesia agar nantinya tidak tergopoh-gopoh mengimpor dari luar jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,” kata Prof Hariyadi Kepala CIRNOV UAD.

 

Facebook Comments

POST A COMMENT.