mepnews.id – Tim dosen Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember), melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), menghadirkan teknologi tepat guna mesin pencacah hijauan bagi Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Karangtengah. Program ini untuk membangun sistem pengelolaan pakan ternak yang lebih efisien, berkelanjutan, dan berbasis ekonomi hijau.
Dikabarkan situs resmi unmuhjember.ac.id, wilayah Karangtengah punya potensi sumber daya hayati melimpah, seperti rumput, daun, dan limbah organik dari kebun dan pekarangan warga. Namun, bahan-bahan tersebut belum dimanfaatkan optimal untuk ternak sebagai sumber pendapatan tambahan. Proses penyediaan pakan masih manual sehingga kurang efisien.
Tim dosen Unmuh Jember menghadirkan mesin pencacah hijauan yang mampu memotong dengan ukuran seragam sehingga mudah dikonsumsi ternak dan mengurangi limbah. Mesin ini memungkinkan pengolahan pakan menjadi silase atau pakan fermentasi, yang dapat disimpan untuk menjaga ketersediaan terutama saat musim kemarau.
Ketua tim pengabdian, Hadi Jatmiko SSTPar MSi, menjelaskan program ini dirancang memberikan solusi teknis sekaligus memperkuat kapasitas kelembagaan masyarakat. “Kami juga membekali kader ‘Aisyiyah dengan pelatihan operasional, perawatan mesin, keselamatan kerja, serta manajemen kelompok agar teknologi ini dapat dimanfaatkan berkelanjutan,” ujarnya.
Selain pelatihan teknis, anggota PRA Karangtengah juga mendapatkan pendampingan aspek manajemen usaha, termasuk penyusunan standar operasional prosedur (SOP), pencatatan logbook produksi, serta penerapan sistem iuran kelompok untuk mendukung perawatan mesin. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan sistem pengelolaan pakan ternak yang lebih terorganisir dan berkelanjutan.
Program ini melibatkan mahasiswa yang berperan dalam kegiatan survei lapangan, pendampingan pelatihan, dokumentasi, serta monitoring pelaksanaan program.


