mepnews.id -Meski bencana banjir dan longsor di sisi utara Sumatera sudah berlalu, namun banyak wilayah terdampak yang belum pulih sepenuhnya. Warga Desa Pantan Kemuning, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, di Aceh, masih menghadapi persoalan memenuhi kebutuhan air bersih. Sumber air yang biasa digunakan untuk konsumsi dan aktivitas harian sudah berubah keruh, bercampur sedimen, dan tidak lagi layak digunakan tanpa pengolahan.
Tim Program Mahasiswa Universitas Teuku Umar (UTU) menerapkan teknologi tepat guna penyediaan air bersih berbasis Reverse Osmosis (RO) untuk merespons kebutuhan mendesak masyarakat. Kegiatan dipimpin Ir Risnadi Irawan STP MT bersama Rollis Juliansyah SE MSi dan Ir Teuku Farizal ST MT IPM bersama para mahasiswa yang diketuai Arya Sutami.
Dikabarkan situs resmi utu.ac.id edisi 21 Februari 2026, perguruan tinggi terlibat langsung dalam proses pemulihan masyarakat desa lewat program ini. Teknologi RO dipilih karena dinilai mampu mengatasi penurunan kualitas air pasca-banjir. Sistem ini bekerja dengan penyaringan berlapis menggunakan membran bertekanan untuk memisahkan air dari kontaminan.
Selain pemasangan unit pengolahan air, tim pelaksana juga memberikan pendampingan kepada masyarakat. Warga dilatih mengoperasikan alat, melakukan perawatan sederhana, serta memantau kualitas air secara berkala agar teknologi yang dipasang dapat dimanfaatkan secara mandiri.
Kepala Desa Pantan Kemuning, Zahrial Fikri, menyebut kehadiran program ini sangat membantu warga. “Kami berterima kasih atas program Mahasiswa Berdampak ini. Kami bersyukur karena program ini meringankan beban kami dalam pemulihan pasca-banjir.”
Sebelumnya, tim mahasiswa UTU memasang perangkat panel surya di Kantor Kepala Desa Kampung Meriah Jaya, Kecamatan Gajah Putih, Kabupaten Bener Meriah. Pemasangan sumber energi alternatif ini dilakukan bersama personel TNI sebagai upaya mendukung pelayanan publik berbasis energi ramah lingkungan. Pemasangan panel surya itu untuk menyediakan sumber listrik tambahan guna menunjang aktivitas administrasi dan pelayanan masyarakat di kantor desa.
Kegiatan ini bagian dari skema Program Mahasiswa Berdampak tahun 2026 yang fokus pada pemulihan bencana di Sumatera.



POST A COMMENT.