mepnews.id – Universitas Muhammadiyah Gresik (UM Gresik) menjalin kerja sama strategis bersama STIKES Muhammadiyah Bojonegoro melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Nota Kesepakatan (MoA). MoU dan MoA ini berfokus pada penguatan Tridarma Perguruan Tinggi sekaligus pembukaan akses penerimaan mahasiswa baru melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) pada Program Studi Gizi.
Dikabarkan situs resmi umg.ac.id, penandatanganan dilakukan Rektor UM Gresik Prof Dr Khoirul Anwar SPd MPd dan Ketua STIKES Muhammadiyah Bojonegoro Dr H Ners Sudalhar MKep. Kegiatan ini menjadi tonggak dalam membangun sinergi antarperguruan tinggi Muhammadiyah untuk memperluas kesempatan belajar bagi masyarakat, khususnya tenaga kesehatan dan praktisi yang telah memiliki pengalaman kerja di bidang gizi.
Kerja sama ini disaksikan dan didampingi Kepala Biro Admisi dan Penerimaan Mahasiswa Baru UM Gresik Alif Sulthon Basyari SE MSM, serta Kepala Pusat Kemitraan Dalam Negeri UM Gresik Abi Hanif Dzulquarnain SKM MSM. Kehadiran para pejabat tersebut memperkuat komitmen bahwa program ini siap dijalankan secara sistematis dan berkelanjutan.
Melalui MoU dan MoA ini, kedua institusi sepakat mengembangkan kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, mendorong lahirnya riset kolaboratif, serta menghadirkan program pengabdian yang lebih relevan dengan kebutuhan sektor kesehatan dan gizi di masyarakat.
Salah satu poin utama adalah inisiasi penerimaan mahasiswa baru jalur RPL pada Program Studi Gizi UM Gresik. Skema ini memungkinkan lulusan pendidikan kesehatan, tenaga gizi, maupun praktisi di lapangan untuk melanjutkan studi dengan pengakuan atas kompetensi dan pengalaman yang telah dimiliki. Dengan demikian, mereka tidak perlu memulai dari awal, melainkan dapat menempuh pendidikan secara lebih efisien dan terarah.
Rektor UM Gresik, Prof. Dr. Khoirul Anwar, menegaskan bahwa jalur RPL merupakan wujud nyata komitmen UM Gresik dalam membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas dan berkeadilan. Sementara itu, Ketua STIKES Muhammadiyah Bojonegoro, Dr. H. Ners. Sudalhar, M.Kep., menyampaikan bahwa kolaborasi ini akan mempercepat peningkatan kualitas SDM kesehatan, khususnya di bidang gizi yang semakin dibutuhkan di era saat ini.
Melalui kemitraan ini, UM Gresik dan STIKES Muhammadiyah Bojonegoro optimistis dapat menghadirkan ekosistem pendidikan yang lebih progresif, kolaboratif, dan berdampak, sekaligus membuka jalan lebih mudah bagi generasi profesional kesehatan untuk meraih kualifikasi akademik yang lebih tinggi melalui jalur RPL.



POST A COMMENT.