Bagaimana Cinta Berbahasa?

Oleh: Budi Winarto*

mepnews.id – Pertengkaran, kesalah pahaman, sak karepe dewe, semuanya bisa memunculkan perbedaan dalam biduk rumah tangga. Itu wajar ketika semua dalam kondisi normal. Tetapi, bila dihinggapi emosi dan perilaku berlebih, tanpa kontrol yang baik, maka bisa saja perbedaan itu meretakkan bahkan menghancurkan biduk rumah tangga.

Perbedaan berpendapat atau lainnya, kalau di-manage dengan baik, akan menjadi bumbu ‘menyedapkan’ dalam menjalin hubungan. Kalau perbedaan tidak bisa diimbangi  kesadaran diri lewat kontrol emosi, bisa saja masalah kecil meledak jadi besar. Bila perbedaannya masalah prinsip, bisa menjadi malapetaka. Perselingkuhan atau perceraian akhir-akhir ini bukan hanya disebabkan kekurangan dari pasangan, ada juga yang disebabkan kedua pihak tidak berhasil memahami permasalahan.

Nah, ada postingan Deni Sumargo bersama Aisyah Dahlan. Dalam salah satu Podcast, Deni mengungkapkan ada pria berselingkuh dengan wanita yang standartnya lebih rendah dari pada istrinya. Deni bertanya, lalu apa yang dicari dari perselingkuhan itu?

Aisyah Dahlan menjelaskan konsep 5 love languages. Ia menegaskan, bahasa kasih sayang selalu diawali baterei kasih sayang. Di tubuh itu ada listrik yang menjadi energi. Karena baterei, maka harus di-charge setiap hari, di charge nya pakai apa? Pakai bahasa kasih sayang. Begitulah kira-kira podcast yang saya lihat saat itu, menarik sekali. Di dalam artikel ini coba saya kupas apa lima aspek yang mempengaruhi perilaku manusia dan lima bahasa cinta.

Menurut Adi Gunanwan, konsep 5 baterai dalam diri seseorang merujuk pada 5 aspek yang memperngaruhi kehidupan dan perilaku seseorang. Kelima aspek tersebut adalah, baterei spiritual, merujuk pada hubunngan manusia dengan Tuhan atau dengan kata lain kekuatan yang lebih tinggi (spiritual). Kemudian ada beterei emosional, merujuk pada mengelola emosi dan perasaan. Dan, baterei mental, merujuk pada kemampuan berpikir  dan memproses informasi. Serta, baterei fisik yang merujuk pada kesehatan dan kekuatan fisik. Terakhir, baterei finansial, merujuk pada kemampuan mengelola keuangan dan mencapai kesuksesan finansial. Urutan baterei ini dapat berbeda-beda pada setiap orang, dan perbedaan ini akan mempengaruhi prioritas dan fokus hidup seseorang. Misalnya, seseorang dengan baterei sipritual yang kuat cenderung memiliki prioritas pada hubungannya dengan Tuhan serta bagaimana perlakuan terbaiknya untuk menunaikan perintah agama. Sementara seseorang dengan baterei fianansial yang kuat cenderung memiliki prioritas pada kesuksesan fianansial. Pun apabila beterei yang lebih dominan emosional, mental dan fisiknya, maka dalam kehidupannya ia akan bisa menjaga keseimbangan diri. Oleh karenanya, Adi Gunawan menekankan bahwa untuk mencapai keseimbangan dan kesuksesan, seseorang perlu memahami dan mengelola kelima baterei tersebut secara aktif.

Pada konsep lain, Gary Chapman menyatakan bahwa setiap manusia memiliki 5 love languages (5 bahasa cinta). Konsep yang sekarang populer ini dapat bermanfaat dalam memahami kebutuhan emosional seseorang. Dari yang 5 itu ada physical touch (sentuhan fisik), acts service (pelayanan), word affirmation (kata-kata afirmasi), quality time (waktu kualitas) dan gift giving (memberi hadiah).

Setiap manusia memiliki bahasa cinta yang dominan, maka perlakukan pasangan kita dengan apa yang lebih dominan dari kelimanya. Tindakan yang baik menurut Anda tidak lantas membuat pasangan Anda bahagia ketika apa yang Anda berikan kurang tepat. Bisa jadi kebaikan yang Anda berikan malah membuat buruk mood pasangan Anda, dan Anda pun yang berusaha memberikan apa yang terbaik, tetapi tidak sesuai harapan, tentu tidak kalah terganggunya mood Anda. Oleh karenanya pemahaman atas 5 bahasa cinta ini perlu diketahui oleh setiap pasangan.

Ketika Anda atau pasangan Anda lebih dominan Phisycal touch (sentuhan fisik), maka yang bisa Anda lakukan adalah dengan memberikan pelukan, ciuman atau genggaman tangan. Tunjukkan kasih sayang melalui sentuhan fisik yang lembut, atau  berikan pijatan atau urutan. Jika pasangan Anda lebih dominan Acts of service (pelayaan), maka tawarkan bantuan, semisal dengan tugas rumah ataupun lainnya. Lakukan hal-hal yang disukai pasangan Anda, berikan kejutan dengan melakukan sesuatu yang diharapkan.

Kemudian ada juga bahasa cinta yang disebut Word affirmation (kata-kata afirmasi). Saat pasangan Anda lebih dominan word affirmation nya, maka berikan pujian dan kata-kata posistif. Tunjukkan apresiasi atas hal-hal yang dilakukan pasangan Anda. Berikan kata-kata motivasi dan dukungan. Pun apabila pasangan Anda lebih dominannya Quality time (waktu kualitas), maka luangkan waktu bersama pasangan, lakukan aktivitas yang disukai bersama. Berikan perhatian penuh dan fokus pada pasangan Anda. 5 bahasa cinta yang terakhir adalah Gift giving (memberi hadiah). Berikan hadiah yang bermakna dan personal. Tunjukkan kasih sayang melalui hadian yang diberikan. Berikan kejutan dengan hadiah yang tidak diharapkan dalam kontek positif.

Lantas bagaimana cara mengetahui apa bahasa cinta dalam diri kita yang lebih dominan? Tentu ada banyak cara, sebagiannya Anda bisa mengikuti tes bahasa cinta.  Ada banyak tes online yang dapat membantu Anda mengetahui bahasa cinta. Atau kalau tidak, Anda bisa memperhatikan bagaimana Anda menunjukkan kasih sayang kepada pasangan serta bagaimana pasangan Anda menunjukkan kasih sayang kepada Anda selama ini. Hal yang sering Anda lakukan pada pasangan untuk menunjukkan kasih sayang serta bagaimana kebiasaan pasangan menunjukkan kasih sayang kepada Anda, bisa jadi, itulah bahasa kasih sayang yang dominan pada diri atau pasangan Anda. Selain dari keduanya, Anda bisa berbicara dan menanyakan langsung kepada pasangan dengan pertanyaan apa dan bagaimana Anda harus menunjukkan sikap kasih sayang kepada dirinya.

5 Konsep beterei atau 5 bahasa cinta tujuan utamanya adalah bagaimana pasangan itu bisa mencipta ketenangan. Menemukan ketenangan bisa dengan membangun konsep ini karena secara teori kita akan memiliki seni menempatkan diri. Menempatkan diri yang baik itu bukanlah yang dibuat-buat, melainkan melalui komunikasi dan expresi tulus yang dibangun dari kesadaran dan melahirkan perhatian.

 

*Penulis, Berbagi Manfaat Positif (BMP)

Facebook Comments

Comments are closed.