mepnews.id – Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat, melalui Tim UM Sumbar Peduli Posko Kampus III, bergerak memberikan dukungan kemanusiaan pada para korban galodo dan longsor. Tim relawan dibentuk, posko pusat koordinasi didirikan, bantuan kemanusiaan disalurkan.
“Bencana ini pelajaran tentang kepedulian dan kebersamaan. UM Sumatera Barat hadir membantu saudara-saudara kita yang terdampak. Kami tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga berupaya hadir untuk meringankan beban masyarakat. Semoga langkah kecil ini membawa dampak besar bagi pemulihan warga yang berduka,” ujar Ketua UM Sumbar Peduli Posko Kampus III, Ir Zuheldi ST MT, lewat situs resmi umsb.ac.id edisi 8 Desember 2025.
Berdasarkan pemetaan lapangan, sasaran bantuan diprioritaskan di Nagari Pagadih (Kecamatan Palupuh), Nagari Sungai Landia (Kecamatan IV Koto), dan Nagari Malalak Timur (Kecamatan Malalak) yang mengalami dampak signifikan.
Para relawan dilibatkan dalam penggalangan donasi serta membantu pembersihan material banjir dan longsor. Penggalangan donasi berlangsung 28–30 November, mencakup donasi uang, pakaian, sembako, hingga peralatan bagi relawan. Pada 30 November, 13 relawan ke Posko Kamang menyalurkan logistik ke Nagari Pagadih, 6 relawan ke Pasar Raba’a, Padang Panjang, menyalurkan pakaian. Pada 1 Desember, 35 relawan diberangkatkan ke Nagari Pagadih membantu pembersihan material longsor, membuka akses jalan, serta membersihkan rumah warga yang tertimbun. Sebelum pemberangkatan, seluruh relawan menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kesiapan fisik.
Kegiatan lapangan terkendala padamnya listrik dan minimnya sinyal komunikasi. Namun Koordinator Relawan Posko Kampus III, Abdi, memastikan seluruh relawan dalam keadaan sehat dan kegiatan berjalan dengan baik. Briefing malam bersama pemerintah nagari digunakan untuk mematangkan agenda lanjutan.
Pemerintah nagari menyampaikan kebutuhan mendesak berupa pemeriksaan kesehatan dan trauma healing bagi warga. Sementara, relawan UM Sumatera Barat membantu pendistribusian logistik ke lima jorong serta mendukung pembukaan akses jalan pada titik longsor terakhir.


