mepnews.id – Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga (RSKKA), 29 dokter dan relawan medis, menjalankan misi pelayanan di pulau-pulau terpencil di Propinsi Sulawesi Selatan. Yang dikunjungi antara lain Pulau Sailus dan Pulau Sapuka di Kabupaten Pangkajene Kepulauan, serta Pulau Bonerate di Kabupaten Kepulauan Selayar. Misi yang dijalankan di tengah Laut Flores ini dalam upaya menciptakan pemerataan kesehatan di pulau-pulau terpencil Indonesia.
RSKKA mulai berlayar dari Pelabuhan Kalimas Surabaya pada 26 November 2025 sore menuju Pelabuhan Bangsal di Pulau Lombok. Sementara, 29 relawan terbang dari Bandara Juanda pada 27 November pagi. Selanjutnya, mereka bergabung menuju pulau pertama yang akan dilayani, yakni Sailus.
Rektor Universitas Airlangga, Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin, menyampaikan apresiasi atas dedikasi yang telah RSKKA lakukan. Menurutnya, keberadaan RSKKA menegaskan bahwa Unair telah memberikan dampak pada masyarakat secara langsung.
“Tidak semua universitas memiliki fakultas kedokteran dan rumah sakit kapal. Kami sangat mengapresiasi kerja sama ini juga dengan para alumni yang saling bahu-membahu bersama Unair terutama dalam pengabdian masyarakat,” tuturnya.
Menurut Prof Madyan, RSKKA berperan penting dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di pulau-pulau yang tidak terjangkau. Unair, sambungnya, berkomitmen membantu melahirkan para dokter spesialis untuk Indonesia agar mampu memberikan layanan yang dibutuhkan.
“Masyarakat kita bukan hanya kekurangan dokter spesialis dan alat-alat medis, tetapi juga distribusinya tidak merata. Target RSKKA ini daerah-daerah dengan layanan kesehatan terbatas. Dengan kehadiran RSKKA, diharapkan bisa membantu pelayanan kesehatan masyarakat di daerah yang sulit terjangkau,” imbuhnya.
Dr Agus Harianto SpB, direktur RSKKA, menuturkan pihaknya menjalankan misi karena kepedulian terhadap masyarakat tak terjangkau di kepulauan. Misi RSKKA merupakan bentuk perjuangan untuk mewujudkan keadilan sosial bagi rakyat Indonesia di bidang kesehatan.
“Apa pun layanan kesehatan yang bisa dinikmati masyarakat kota harusnya juga bisa dinikmati masyarakat kepulauan,” ka ia saat berpamitan kepada Rektor pada 26 November di Balai RUA, lantai 4, Kantor Manajemen Kampus MERR-C.
Alumnus FK Unair itu menceritakan pengalaman RSKKA berlabuh dan memberikan bantuan kesehatan pada masyarakat Pulau Sailus pada 2019. “Kami pernah ke Sailus. Sejak Indonesia merdeka sampai 2019, belum pernah ada satu pun dokter umum yang ditugaskan di sana. Sekarang memang sudah ada rumah sakit pratama, namun hanya ada satu dokter umum,” ucapnya.
Kedatangan RSKKA bertujuan membantu dokter dan tenaga medis yang bekerja di daerah terpencil dalam memberikan pelayanan kesehatan.
“Seperti supporter tim Liverpool menyemangati pemain-pemainnya saat bertanding di kandang lawan. Mereka menyanyikan ‘You will never walk alone‘. Kami juga ingin menyemangati mereka yang bertugas di daerah terpencil dengan bilang, You will never walk alone. You will never serve alone’,” kata dr Agus.

Direktur RSKKA bersama sebgaian relawan bersama Rektor Unair menjelang keberangkatan.
RSKKA membawa 32 relawan. Relawan dokter spesialis yang dikirim antara lain spesialis bedah umum, anestesi, obstetri dan ginekologi, bedah plastik, penyakit dalam, penyakit jantung, penyakit anak, penyakit paru, mata, syaraf. Mereka diperkuat relawan dokter umum, apoteker, kesehatan masyarakat, analis medis dan pengobatan tradisional. Misi ini mendapatkan dukungan dari RSUD Dr Soetomo Surabaya, PT Pelindo, PT Pelindo Marine Service, PT Aperindo, Yayasan Samudera Peduli, IDI Cabang Surabaya dan BPJS Kesehatan.(*)


