mepnews.id – Anak muda tak boleh puas hanya jadi penonton. Itulah pesan utama dalam kajian online bertema “Generasi Muda Didukung Jadi Aktor Utama Perubahan Lewat Ekonomi Islam” yang digelar Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) Ruhul Iqtishad STAIMAS Wonogiri, Sabtu 27 September 2025.
Hadir sebagai pemateri, Sidiq Dwi Prasetyo, Koordinator Regional Jateng sekaligus Presidium Nasional FoSSEI, menegaskan generasi muda harus tampil sebagai pelaku utama dalam membawa perubahan, khususnya di bidang ekonomi Islam.
Menurutnya, sistem ekonomi Islam tidak hanya mengejar profit, melainkan mengedepankan keadilan, etika, serta falah—kebahagiaan dunia dan akhirat. “Etika adalah fondasi utama. Tanpa moralitas, bisnis mudah terjerumus dalam eksploitasi,” tegasnya.
Sidiq menilai, di tengah tantangan global seperti inflasi, utang, kesenjangan sosial, hingga kerusakan lingkungan, ekonomi Islam hadir menawarkan solusi nyata melalui zakat, wakaf, dan sistem bagi hasil. Ia pun mengingatkan mahasiswa agar aktif belajar, berorganisasi, menulis, hingga memilih produk halal sebagai wujud kontribusi.
“KSEI mungkin langkah kecil, tapi bisa jadi awal dari jalan besar menuju kontribusi nyata untuk umat. Jangan hanya jadi penonton, mari jadi bagian dari solusi,” pungkasnya.


