mepnews.id – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menghibahkan mesin 3D Printing kepada SMKN 1 Kragilan, Kabupaten Serang, 22 Agustus 2025. Mesin ini bisa dijadikan sarana pembelajaran dan praktik siswa di bidang kreatif berbasis teknologi.
Wakil Kepala Bidang Humas SMKN 1 Kragilan, Radhian Saprika MPd, menyampaikan apresiasinya kepada Tim PKM Untirta. “Kami sangat senang atas hibah mesin 3D printing ini. Alat ini akan menjadi modal penting bagi siswa untuk dapat mengembangkan ide-ide kreatif yang dapat diwujudkan dalam bentuk produk cetak tiga dimensi,” ujarnya lewat situs resmi untirta.ac.id.
Ketua Tim PKM Untirta, Hamid Abdillah, menerangkan ini bagian dari kegiatan yang didanai hibah Bima Kemdiktisaintek 2025. “Selain hibah mesin 3D Printing, kami membekali siswa cara mengoperasikan alat tersebut, melatih mereka merancang model bisnisnya, sampai pemasaran digital. Harapan kami, siswa termotivasi melakukan bisnis berbasis kreativitas dan teknologi.”
Kegiatan bertema Optimasi dan Transformasi Teaching Factory melalui 3D Printing, Ekosistem Kewirausahaan Kreatif dan Manajemen Inovasi itu diikuti 50 siswa. Dipandu Hamid Abdillah selaku ketua TIM PKM yang juga dosen Pendidikan Vokasi Teknik Mesin (PVTM) FKIP Untirta, mereka antusias mencoba alat yang bisa mencetak produk tiga dimensi.
Para siswa juga mendapat bekal pengetahuan melalui workshop marketing digital yang disampaikan Atih Ardiansyah, anggota Tim PKM yang juga dosen Ilmu Komunikasi FISIP. Mereka mendapat pelatihan model bisnis yang disampaikan Moh Fawaid, anggota Tim PKM yang juga dosen PVTM FKIP Untirta. Kedua materi diharapkan mampu membekali siswa memiliki pemahaman tentang pemasaran digital dan bagaimana model bisnisnya dirancang serta dapat diaplikasikan pada produk.
Para siswa antusias mengikuti kegiatan. Geswan, siswa Teknik Mesin SMKN 1 Kragilan kelas 11, mengaku senang mengikuti kegiatan ini. “Pengalaman baru nyoba mesin 3D Printing. Takjub gitu melihat desain bisa jadi benda tiga dimensi. Bisa bikin action figure dari mesin itu.”
Nur Fadilah, siswa kelas 11 Program Studi Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis, menyebut kegiatan PKM tim dosen Untirta ini bermanfaat. “Dengan workshop pemasaran digital dan perancangan model bisnis, kami jadi paham bagaimana produk yang dihasilkan 3D printing dapat dijual dengan cara kreatif dan jadi bisnis menguntungkan.”
Kegiatan PKM Untirta ini direncanakan dilakukan dua tahap. Setelah pelatihan ini, Tim PKM melakukan pendampingan sampai siswa SMKN 1 Kragilan mampu mengaplikasikan hasil pelatihan. Harapannya, siswa dapat membuat produk berbasis karya kreatif dan teknologi 3D printing, mampu menjualnya melalui platform digital, serta sanggup merancang model bisnis sehingga kegiatan bisnisnya berkelanjutan.
Dengan kolaborasi antara dunia pendidikan, masyarakat, dan dukungan teknologi, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mempersiapkan generasi muda yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing tinggi. (Tika, Angga)


