MEPNEWS.ID – Suasana meriah terasa di Balai Desa Cangkring pada Sabtu (16/8/2025). Tim Penggerak PKK Desa Cangkring menggelar lomba menghias tumpeng sebagai bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80.
Sebanyak 19 Rukun Tetangga (RT) se-Desa Cangkring ikut serta dalam lomba ini. Tak sekadar adu kreativitas, kegiatan tersebut juga menjadi ajang mempererat persaudaraan dan semangat kebersamaan warga.
Yang menarik, lomba kali ini melibatkan mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Angkatan 6 Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (STAIMAS) Wonogiri. Mereka dipercaya menjadi bagian dari dewan juri bersama Tim Ahli Gizi Puskesmas Jatiroto, Dwi Agustyanti, S.Gz.
Salah satu mahasiswa juri, Liya Lusiana, mengaku bangga bisa dilibatkan.
“Suatu kehormatan bagi kami dapat berpartisipasi dalam kegiatan ini. Ini kesempatan luar biasa untuk membangun kedekatan langsung dengan ibu-ibu PKK Desa Cangkring,” ujarnya.
Lomba tumpeng ini menjadi rangkaian utama HUT RI Desa Cangkring yang mengusung semangat kebhinekaan dan kreativitas lokal. Setiap RT menampilkan tumpeng dengan hiasan unik serta tema yang menggambarkan kekayaan budaya Indonesia.
Ketua TP PKK Desa Cangkring, Nik Suwarni, mengapresiasi antusiasme warga sekaligus kontribusi mahasiswa STAIMAS.
“Alhamdulillah acara berjalan lancar. Peserta sangat antusias, dan kegiatan ini menjadi sarana untuk menyalurkan kreativitas sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya gizi dan kearifan lokal. Kehadiran mahasiswa STAIMAS sangat membantu, mulai dari persiapan tempat, tim juri, hingga dokumentasi,” ungkapnya.
Setelah melalui penilaian, panitia mengumumkan tiga RT terbaik sebagai pemenang lomba. Momen tersebut berlangsung penuh kehangatan, disertai semangat gotong royong dan cinta tanah air.
Dengan adanya kolaborasi antara warga, TP PKK, dan mahasiswa STAIMAS Wonogiri, Desa Cangkring menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan bukan hanya dirayakan, tetapi juga dimaknai melalui kebersamaan dan inovasi. (Lilis Ambarwati)


