mepnews.id – Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada 23 Juni 2025 merilis daftar 180 nama Relawan Literasi Masyarakat (Relima) terpilih untuk tahun 2025. Salah satu yang masuk adalah Nopiar Rahman, pegiat literasi dari Kabupaten Pulang Pisau di Kalimantan Tengah.
Relima merupakan program baru Perpusnas yang dilaksanakan Juli – Desember 2025. Dalam program ini, para relawan mendampingi berbagai bentuk Perpustakaan Masyarakat, mulai dari TBM, Perpustakaan Desa atau Kelurahan, hingga Perpustakaan Khusus seperti yang ada di rumah ibadah.

Nopiar Rahman, salah satu Relima Perpusnas.
“Kami juga bertugas mengampanyekan budaya membaca dan menulis, serta melakukan advokasi terkait literasi. Kami akan menjalin komunikasi dan koordinasi dengan pemangku kepentingan di daerah,” ujar aktivis yang biasa dipanggil Kak Nono itu.
Untuk sampai ke tahap ini, Nopiar melewati proses seleksi administrasi, penyusunan portofolio, penulisan esai, hingga wawancara. Baginya, terpilih sebagai Relima bukan sekadar pengakuan, melainkan juga cerminan konsistensi dalam dunia literasi selama bertahun-tahun.
Nopiar lahir di Banjarbaru, menyelesaikan pendidikan di STIBA, merantau ke Kabupaten Kotawaringin Timur untuk mengajar di sekolah milik Perusahaan PKS. Ia melanjutkan studi di Universitas Palangka Raya atas beasiswa program CSR perusahaan tempatnya bekerja.
Sebagai pustakawan sekolah, literasi menjadi bagian dari hidupnya. Pada akhir 2019, ia mendirikan TBM Grup Literasi Gawi Hatantiring Seruyan dengan anggota awal anak-anak SD. Tahun 2024, TBM yang ia kelola menerima hibah 1.000 judul buku dari Perpusnas RI.
Ia aktif mempromosikan TBM/Komunitas secara daring. Salah satunya mengadakan pertemuan virtual melalui Zoom, yang melibatkan berbagai komunitas literasi dan perpustakaan sekolah dari Kalimantan Tengah hingga seluruh Indonesia.
Pemerintah dan masyarakat Kalimantan Tengah bersinergi menghidupkan semangat membaca. Beberapa dinas menggagas program-program literasi yang dapat diakses publik.
Nopiar aktif membaca aktif lintas genre; dari cerpen, puisi, novel, hingga artikel populer. Ia juga menulis 15 antologi dan 1 buku solo. Bukunya berjudul ‘Pustakawan Bercerita’ terbit bersamaan dengan antologi GTK SMP Tunas Agro.
Ia juga aktif di berbagai organisasi literasi dan profesi. Antara lain; PD ATPUSI Provinsi dan Kabupaten Kalimantan Tengah, Sekretaris PW Forum TBM Kalimantan Tengah, Sekretaris PD FPSMI Kabupaten, Wakil Ketua PD IPI Kabupaten, Ketua Forum Perpustakaan Sekolah Kabupaten, koordinator Program Ruang Berbagi Virtual Study Tour Perpustakaan Sekolah (kerja sama dengan Dispursip Kalteng), koordinator Program Perpustalk dan Tunas Agro Menulis di Perpustakaan Cendekia SMP Tunas Agro.
Ia juga terpilih sebagai Pustakawan Berprestasi Provinsi Kalimantan Tengah (2018) dan Tenaga Kependidikan Berprestasi Kabupaten (2017).
Salah satu inovasinya, Perpustakaan Goes To Halte, mengantarkan Perpustakaan Cendekia SMP Tunas Agro menjadi Juara 1 Perpustakaan SMP/MTs terbaik tingkat Provinsi Kalimantan Tengah.


