Disperpusip Jatim Gelar Bimtek Penulisan untuk Lahirkan Buku Konten Lokal

mepnews.id – Sebanyak 75 penulis mengikuti bimbingan teknis kepenulisan berbasis konten lokal Jawa Timur. Mereka berdiskusi di Graha Pustaka lantai 2 Dinas Perpustakaan dan Kerasipan Provinsi Jawa Timur, pada 15-16 Mei dan 12 Juni 2025. Sasarannya, menghasilkan buku mengangkat berbagai local content dari daerah masing-masing.

Saat membuka acara 15 Mei, Kepala Dinas Ir Tiat S. Suwardi MSi mengungkapkan, “Mengacu indeks literasi, Jawa Timur ada di posisi tiga secara nasional. Ini bekal untuk merealisasikan progam Gubernur terkait Jatim sebagai pusat literasi. Bimtek ini menjadi upaya kami untuk terus memberikan support kepada masyarakat dan penulis di Jatim.”

Henri Nurcahyo, budayawan yang juga penulis produktif, menjadi narasumber pada sesi pertama. Tanpa banyak membicarakan definisi konseptual, ia langsung mencontohkan local content lewat pohon beringin.

“Pernah mencermati pohon beringin? Jika kita teliti, pohon beringin punya banyak manfaat nyata, nilai kearifan, dan makna filosofis. Pohon itu tidak pernah kering dan terus memberi keteduhan. Hal ini memunculkan berbagai local genius,” ujar pendiri komunitas Brang Wetan itu.

Peserta antusias berdiskusi dengan narasumber dalam bimtek penulisan local content Jatim.

Narasumber berikutnya Bambang Prakoso penulis yang juga ketua Gerakan Pembudayaan Minat Baca (GPMB) Jawa Timur, Aditya Akbar Hakim yang bukunya sudah terbit hingga di Malaysia, dan Teguh Wahyu Utomo penggagas gerakan 1000 Anak Indonesia Menulis.

Para narasumber berbagi petunjuk praktis tentang bagaimana menggali ide dari kondisi dan keadaan di sekitar sehari-hari, bagaimana mengumpulkan datanya, hingga bagaimana meraciknya menjadi tulisan yang bisa dinikmati orang banyak. Bukan hanya tulisan, tapi juga tentang ilustrasinya.

Bimbingan teknis kepenulisan ini menjaring 75 naskah terpilih dari sekitar 500 naskah yang dikirim sebelumnya. Naskah-naskah yang terjaring ini akan direvisi setelah proses pematangan lewat bimbingan teknis.

Facebook Comments

Comments are closed.