Oleh: Nopiar Rahman SPd (Pustakawan SMP Tunas Agro, Seruyan)
mepnews.id – Dunia kepustakawanan tentu sangat terkait dengan sistem klasifikasi. Klasifikasi adalah proses pengelompokan objek, gagasan, buku, atau benda lain secara sistematis ke dalam kategori atau kelompok tertentu berdasarkan kesamaan karakteristik.
Ada berbagai jenis sistem klasifikasi. Antara lain, Universal Decimal Classification (UDC), Dewey Decimal Classification (DDC), dan Library of Congress Classification (LCC). Pada artikel ini, fokus pembahasan adalah sistem klasifikasi DDC.
DDC, atau dalam Bahasa Indonesia disebut Klasifikasi Desimal Dewey, merupakan sistem klasifikasi perpustakaan yang dikembangkan Melvil Dewey pada tahun 1873 dan pertama kali diterbitkan pada tahun 1876. Hingga kini, DDC menjadi salah satu sistem klasifikasi yang paling banyak digunakan oleh perpustakaan di seluruh dunia.
Tujuan utama dari sistem ini adalah untuk mempermudah proses identifikasi, penempatan, penyimpanan, dan pencarian kembali berbagai koleksi perpustakaan. Sepuluh kelas utama dalam sistem DDC adalah sebagai berikut:

Klasifikasi DDC dipadu label warna
000 – Karya Umum
100 – Filsafat
200 – Agama
300 – Ilmu Sosial
400 – Bahasa
500 – Ilmu Murni
600 – Ilmu Terapan
700 – Seni dan Olahraga
800 – Sastra
900 – Sejarah dan Geografi
Perpustakaan SMP Tunas Agro, sekolah swasta di bawah Yayasan Agro Harapan di lingkungan Perkebunan Kelapa Sawit di Seruyan, mengadopsi sistem DDC dalam mengorganisasi koleksinya.
Selain penerapan sistem DDC, Perpustakaan SMP Tunas Agro juga menggunakan klasifikasi tambahan berupa label warna. Setiap kelas utama DDC diberi warna berbeda agar memudahkan proses pengelompokan koleksi. Dengan begitu, pengguna dapat dengan cepat mengenali jenis buku berdasarkan warna label.
Untuk pengelompokan yang lebih rinci, perpustakaan tetap menggunakan versi lengkap sistem DDC, umumnya melalui e-DDC edisi ke-23.
Sebagai pemustaka, ada baiknya kita memahami arti dari kode angka yang biasanya tertera pada punggung buku. Kode tersebut ditetapkan pustakawan berdasarkan sistem DDC yang berfungsi untuk mengelompokkan buku-buku ke dalam kelas tertentu. Hal ini bertujuan agar pengguna lebih mudah menemukan koleksi yang dibutuhkan.
Penerapan sistem klasifikasi ini juga menjadikan pengelolaan koleksi perpustakaan lebih tertata, dari tahap pengolahan hingga penyediaan layanan kepada pemustaka.


