Batang Pisang Fermentasi untuk Kambing dan Sapi

mepnews.id – Tim pengabdian Fakultas Peternakan Universitas Jambi (Unja) mengimplementasikan teknologi pakan inovatif berupa fermentasi batang pisang sebagai alternatif hijauan untuk ternak sapi. Kegiatan ini berlangsung di Desa Kota Baru, Kecamatan Geragai, Jambi.

Prof Dr Ir Adriani Msi, ketua tim, menjelaskan pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam pengolahan pakan fermentasi dari batang pisang cavendis sebagai penganti hijauan pakan sehingga peternak tidak lagi harus mencari rumput setiap hari.

“Mitra sasaran kegiatan adalah kelompok tani Suka Maju yang memiliki 82 sapi dan 37 kambing. Mereka kesulitan mendapatkan hijauan pakan karena lahan sudah menjadi perkebunan kelapa sawit dan pertanian,” ujar Prof Adriani, lewat situs resmi unja.ac.id.

Sementara, di desa Kota Baru ada lebih dari 10 ha lahan pisang cavendis. Per musim sekitar delapan bulan, bisa dihasilkan 555 hingga 666 ton limbah batang pisang. Banyak yang belum dimanfaatkan sehingga sebagian menjadi limbah yang mencemari lingkungan sekitar perkebunan.

“Setelah diskusi dan koordinasi dengan mitra, disepakati usulan kegiatan berupa pelatihan fermentasi batang pisang sebagai pakan ternak ruminansia untuk sapi dan kambing,” ungkap Prof Adriani.

Tim melakukan partycipatory rural approach yaitu proses pendidikan dan tranfer ilmu pengetahuan melalui penyuluhan, pelatihan, praktik. Utamanya dalam pembuatan batang pisang fermentasi dan pemberian produk itu untuk pakan ternak.

“Setelah menyepakati teknisnya, penyuluhan dilakukan pada kelompok tani mengenai potensi limbah untuk pakan ternak dan proses fermentasi batang pisang cavendis. Setelah penyuluhan, dilanjutkan praktik pembuatan batang pisang fermentasi. Komposisinya 90% batang pisang yang sudah dicacah ditambah 10% dedak. Aktivator fermentasi digunakan EM4 1%,” tambah Prof Adriani.

Batang pisang dicacah lalu ditekan dengan mesin press sampai kadar air jadi 60%. Kemudian, semua bahan dimasukan ke dalam drum lalu diaduk rata hingga memaadat. Kemudian, tutup rapat drum untuk dilakukan proses fermentasi anaerob (tanpa udara) selama 15-21 hari. Setelah diangin-anginkan, pakan batang pisang fermentasi sudah bisa diberikan kepada sapi atau kambing.

“Keuntungan pakan fermentasi adalah mengandung bakteri pengurai sehingga ternak dapat mencerna dengan lebih mudah dan efektif. Pakan fermentasi juga membantu meningkatkan nilai nutrisi. Bisa disimpan lama sebagai cadangan penganti hijauan,” kata Prof Adriani. (Silvia, Nabila)

Facebook Comments

Comments are closed.