Unej Makin Ramah Difabel

mepnews.id – Universitas Jember (UNEJ) terus membangun fasilitas pendukung pembelajaran bagi mahasiswa difabel. Berbagai fasilitas pendukung disabilitas ini bertujuan untuk memastikan semua mahasiswa memiliki akses setara terhadap pendidikan.

Saat ini, total ada 69 mahasiswa aktif yang menyandang disabilitas sensorik, disabilitas fisik, disabilitas intelektual, dan disabilitas mental. Berdasarkan The Best 22 Ranking of Unesa-Dimetric (Disability Inclusion Metrics) 2022 sebagai pemeringkatan internasional kampus ramah difabel, Unej berada di peringkat 7 dengan nilai 73,61.

Yeni Fitria, anggota Pusat Layanan Konseling Disabilitas (PLKD), membeberkan beberapa fasilitas itu. “Misalnya, ramp kursi roda di setiap akses masuk utama, toilet khusus disabilitas di setiap gedung, lift yang dilengkapi huruf Braile,” kata ia lewat situs resmi unej.ac.id.

Dosen Fakultas Keperawatan ini menjelaskan, PLKD Unej terus mengembangkan perencanaan strategis berdasarkan beberapa indikator penilaian kampus ramah disabilitas. Utamanya, mengembangkan sarana dan prasarana sebagai akomodasi yang layak bagi mahasiswa difabel.

“Unej lebih banyak menerapkan fasilitas tersebut di beberapa gedung yang penggunaannya bersama, seperti dalam gedung IsDB, gedung C-Dast, dan beberapa area parkir,” ungkapnya.

Ke depan, Unej terus meningkatkan fasilitas dan membangun beberapa sarana prasarana ramah disabilitas. Ketersediaan fasilitas tersebut merupakan salah satu aspek penilaian akreditasi internasional.

”Meski mahasiswa difabel di Unej relatif lebih sedikit dibandingkan kampus lainnya, tetapi kami perlu memfasilitasi sarana prasarana untuk mereka. Ketersediaan sarana aksesbilitas bagi kaum difabel juga menjadi salah satu item penilaian akreditasi internasional,” kata Yeni.

Inisiatif Unej menyediakan fasilitas pendukung bagi mahasiswa difabel merupakan langkah penting dalam menciptakan pendidikan inklusif dan setara. Unej berkomitmen mendukung semua mahasiswanya dan berupaya menjadi contoh bagi institusi pendidikan lain dalam mengedepankan inklusi dan keberagaman.

Facebook Comments

Comments are closed.