Oleh: Esti D. Purwitasari
mepnews.id – Suami saya pakai tangan kiri saat main pingpong, pegang mouse, nguleg, menghapus papan tulis dan lain-lain. Tapi dia tidak kidal karena tangan kanannya aktif juga. Tangan kiri dan kanannya boleh dikata berperan imbang.
Kidal yang saya maksud di sini adalah kebiasaan menggunakan tangan kiri. Saat menggunakan tangan kiri, orang kidal merasakan lebih nyaman, lebih cepat dan trampil mengerjakan sesuatu, lebih kuat, lebih berperan utama daripada tangan kanannya.
Kondisi ini tidak terlalu berlaku untuk penggunakaan kaki atau organ tubuh lainnya.
Diam-diam, jumlah orang yang kidal total ternyata cukup banyak. Di antara seluruh populasi dunia, sekitar 10% kidal. Maka kita cukup mudah menjumpai orang kidal di sekitar. Bahkan mungkin orang-orang dekat kita sendiri.
Kata Pak Suami, orang kidal itu makhluk yang tertekan saat hidup di jagad yang didominasi orang tidak kidal. “Bayangkan, hampir semua alat buatan manusia dirancang untuk tangan kanan. Saku baju ditaruh di dada kiri agar lebih mudah dijangkau tangan kanan. Tatakan tulis di kursi kuliah dipasang di kanan sehingga enak bagi tangan kanan tapi sulit bagi orang kidal.”
Saya tak mau kalah berargumen. “Tapi, orang kidal juga punya keuntungan. Banyak juara tinju, dan sejumlah olahraga pertarungan lain, yang kidal. Penggunaan tangan kirinya agak sulit diantisipasi lawan yang terbiasa pakai tangan kanan atau terbiasa menghadapi lawan yang tidak kidal.”
Pembaca yang budiman, apa sih yang menyebabkan orang jadi kidal? Tentu ada berbagai alasan. Ada yang karena gangguan fungsi tangan kanan karena kecelakaan, sakit, dan lain-lain. Ada juga yang sengaja dikidalkan, termasuk beberapa atlet, agar memiliki keunggulan tertentu.
Satu faktor lain, sebagaimana diungkap para peneliti, adalah varian genetik langka.
Orang kidal bisa diturunkan dalam keluarga. Ayah dan ibu yang sama-sama kidal memiliki peluang lebih tinggi untuk memiliki anak yang kidal, dibandingkan dengan dua orang tua yang tidak kidal atau salah satunya kidal. Ini membuat para ilmuwan berasumsi bahwa ada komponen genetik pada kecenderungan untuk jadi kidal.
Nah, khusus untuk unsur genetik ini, dilakukan penelitian skala besar. Dalam penelitian tentang ‘varian genetik umum’ atas kekidalan ini, para peneliti menemukan 41 lokasi dalam genom yang terkait dengan orang kidal dan tujuh lokasi terkait dengan ambidekster (kanan bisa, kiri bisa)
Meskipun temuan ini menarik, tapi ada pertanyaan yang belum terjawab. Secara keseluruhan, varian genetik umum yang teridentifikasi itu hanya menjelaskan sedikit variasi dalam data penggunaan tangan. Maka, penelitian ini belum bisa memberikan gambaran keseluruhan dan faktor genetik lebih jauh mempengaruhi orang kidal.
Lalu, ada studi terbaru, yang berfokus pada peran bentuk varian genetik lain pada orang kidal. Mereka menyebut ini sebagai varian langka.
Berbeda dengan varian genetik umum yang diselidiki dalam penelitian sebelumnya, varian langka ini terjadi pada kurang dari 1 persen orang (karena itu dinamakan ‘langka’). Karena jumlahnya makin kecil, ini tentu mempersulit penyelidikan. Diperlukan kelompok sukarelawan yang sangat besar untuk penelitian yang berfokus pada varian langka.
Untungnya, para ilmuwan memiliki akses ke kumpulan data 38.043 orang kidal dan 313.271 orang tidak kidal dari Biobank Inggris. Ini kumpulan data besar yang digunakan untuk penelitian neurogenetik.
Para peneliti menggunakan teknik exome sequencing yakni mengumpulkan informasi tentang variasi genetik di seluruh area genom yang mengkode protein. Gen-gen ini diduga sangat relevan bagi orang kidal, karena protein ini penting untuk membentuk otak dan tubuh.
Lalu, apa yang ditemukan para ilmuwan?
Untuk pertama kalinya, mereka dapat menunjukkan bahwa varian genetik pengkode protein langka berperan dalam orang kidal. Yang paling penting, efek signifikan ditemukan pada varian langka gen yang disebut TUBB4B.
Gen ini dikenali penting untuk membangun mikrotubulus yang berperan dalam memberikan stabilitas sel. Menariknya, mikrotubulus juga berperan dalam proses perkembangan awal yang menentukan orientasi kiri dan kanan dalam tubuh.
Maka, temuan penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara orang kidal dan diferensiasi tubuh kiri-kanan (misalnya, jantung berada di sisi kiri dan hati di sisi kanan). Tentu ini merupakan temuan yang menarik.
Jadi, jika Anda kidal lalu bertanya-tanya mengapa bisa demikian, maka temuan ini mungkin bisa memberi jawaban. Ada kemungkinan penyebabnya ada pada gen Anda!


