mepnews.id – Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan Festival Dalang Cilik ke-13 pada 11-15 Mei 2024 di Pendhapa Kampung Emas Krapyak IX, Margoagung, Seyegan, Sleman. Festival diikuti 30 peserta yang terdiri dari 15 Dalang Cilik SD dan 15 Dalang Cilik SMP. Empat peserta merupakan dalang putri.
Dikabarkan situs resmi uny.ac.id, peserta Festival Dalang Cilik ini tidak hanya dari Daerah Istimewa Yogyakarta, tetapi juga dari Surabaya, Surakarta, Klaten, Salatiga, dan Jepara.
Timothy Haryo Wisanggeni Hapsoro, siswa kelas 1 SSN Cemara Dua Surakarta dari Sanggora Pamor menjadi peserta putra termuda. Clara Acintya Yufi, siswi kelas 7 SMP Negeri 2 Sukoharjo dari Padhepokan Minimalis, menjadi peserta putri termuda.
Tiga juri dalam festival ini adalah Prof Suminto A. Sayuti dan Dr Sukisno MSn dari Fakultas Bahasa, Seni dan Budaya UNY, serta Udreka MSn dari ISI Yogyakarta. Enam kriteria yang dinilai yaitu pemilihan lakon, antawacana (percakapan berupa dialog atau bahasa isyarat lainnya), cerita, sabetan, iringan, dan penyajian.
Festival dibuka Rektor Prof Sumaryanto secara simbolis dengan menancapkan Wayang Werkudoro. Dalam sambutannya, Rektor mengucapkan terima kasih kepada jajaran pengurus desa yang membersamai UNY menjalankan amanah Ngarsa Dalem Sultan Hamengkubuwono X yakni mengoptimalkan 4K (Kraton, Kampus, Kampung dan Kantor).
Ketua Pelaksana, Dr Agus Murdiyanto, memaparkan kegiatan ini bertujuan mendidik anak mencintai budayanya sendiri khususnya wayang kulit dan menanamkan nilai-nilai edukasi pada generasi muda.
“Dengan diadakan acara ini, diharapkan anak menguasai unsur-unsur dalam pewayangan agar anak semakin cerdas meniti tataran kedewasaan menuju manusia yang berjiwa mulia,” katanya.
Kunta Wijaya, peserta yang tampil pertama, menyatakan sudah mempersiapkan diri sejak sebulan lalu. Siswa kelas 9 SMP di Klaten ini merasa siap karena sudah mengikuti festival dalang cilik sejak kelas 5 SD. Ia juga empat kali mengikuti Festival Dalang Cilik yang diselenggarakan UNY.
“Semoga UNY bisa terus mengadakan acara ini karena merupakan wadah bagi para dalang muda,” ucapnya.
Kunta juga mengajak agar generasi muda turut aktif melestarikan budaya. (Ahmad Naji’ulah & Panji Nur Fitri Yanto)


