The Power of Touch Itu Sungguh Nyata

Oleh: Esti D. Purwitasari

mepnews.id – “Hei, Maya. Tampak bahagia sekali kau hari ini. Kemarin-kemarin manyun terus. Ada apa gerangan?”

Maya menjawab, “Ah, Mbak. Bisa saja.”

“Iya, betul. Wajahnya lebih cerah memerah. Lebih segar.”

“Hehehe, Mbak Es kan tahu sendiri. Dua pekan terakhir betul-betul memeras otak dan fisik saya. Renovasi kecil di rumah membuat saya capek bersih-bersih. Di kantor, tugas menggunung.”

“Oh, sekarang sudah mulai beres semua?”

“Sejatinya, belum. Tapi, semalam saya seperti merasakan satu episode drama romantis. Jadi, kemarin malam, saat saya lelah jiwa-raga, tiba-tiba Pak Suami mendampingi saya duduk di sofa. Lalu, dia mulai memijat bahu dan leherku. Wuihhh…, itu seperti sihir. Belum pernah sebelumnya saya merasakan itu. Saya merasa begitu lega, nyaman, tenang. Begitu tersentuh.”

“Wah, itu luar biasa. Seperti magic touch, ya?”

“Iya. Itu bukan sekadar pijitan. Itu tentang kepedulian. Tidak ada yang bisa menyamai kekuatan sentuhan.”

…………..

Pembaca yang budiman, the power of touch memang luar biasa. Saya sendiri sudah berkali-kali merasakan dan membuktikan. Saat dilakukan dengan tepat dan ‘dengan hati’ maka sentuhan bisa meningkatkan kesehatan mental dan fisik secara bersamaan.

Mengapa bisa begitu?

Salah satu indera berkembang pesat pada awal-awal kehidupan manusia adalah sentuhan. Jauh sebelum anak dapat berbicara dan memahami bahasa, orang tua sudah menimang, membelai, mencium, untuk membuat anak merasa lebih baik ketika sedang bermasalah.

Kekuatan sentuhan yang menghilangkan stres ini berlaku sepanjang hidup bagi kebanyakan orang. Sebelum menghadapi ujian yang menegangkan, pelukan dari orang tersayang bisa membantu kita lebih tenang. Setelah penat di tempat kerja seharian, pijatan lembut bisa memberikan relaksasi.

Tim peneliti yang dipimpin Julian Packheiser di Jerman melakukan meta-analisis tentang hubungan sentuhan dengan perasaan sejahtera secara mental dan fisik. Mereka mengintegrasikan data dari 137 penelitian berbeda, serta 75 studi yang tidak dapat diintegrasikan secara matematis. Secara keseluruhan, mereka mendapat data 13.000 relawan penelitian.

Hasilnya;

  • Bagi bayi baru lahir hingga orang dewasa, intervensi sentuhan bisa secara signifikan meningkatkan rasa kesejahteraan fisik dan mental.
  • Untuk bayi, intervensi sentuhan (misalnya gendong kanguru) sangat efektif untuk mengatur hormon kortisol, dan banyak membantu berbagai hal lain termasuk pengaturan suhu, pernapasan, dan bahkan fungsi hati.
  • Untuk orang dewasa, intervensi sentuhan (misalnya pelukan atau pijatan) sangat bermanfaat mengurangi perasaan depresi dan kecemasan, serta menghilangkan rasa sakit fisik. Efek ini lebih kuat pada berbagai kelompok orang yang merasa sakit, dibandingkan pada kelompok yang merasa sehat-sehat saja.
  • Para ilmuwan juga membandingkan efektifitas sentuhan yang dilakukan robot dengan intervensi yang dilakukan manusia sungguhan. Ternyata, pijat robot memiliki efek positif serupa pada kesejahteraan fisik (misalnya, bisa menghilangkan rasa sakit) namun kurang efektif untuk kesehatan mental.
  • Efek positif sentuhan banyak ditemukan pada orang yang dikenal (misalnya, dipeluk oleh suami/istri). Begitu juga dengan efektiftas sentuhan profesional kesehatan (misalnya, dipijat oleh terapis pijat berlisensi).

Secara keseluruhan, temuan tim Julian Packheiser ini menunjukkan bahwa intervensi sentuhan memiliki manfaat yang jelas bagi kesejahteraan fisik dan mental.

Nah, saat melihat pasangan Anda sedang galau, sedang capek, atau sedang manyun, cobalah Anda sentuh atau peluk dia. Sentuhlah dengan hati tulus. Itu akan membuat dia merasa lebih baik.

Facebook Comments

Comments are closed.