mepnews.id – Fakultas Teknik (FT) Universitas Udayana (Unud) mengandeng Hokuriku Electrical Construction Co. (Hokuriku) Jepang dan PT Awina Sinergi International (Awina) membuka riset kerjasama Off Grid EV Battery Swap Station dengan Flexible Solar Panel.
Dikabarkan situs resmi unud.ac.id edisi 9 April 2024, acara ini dihadiri Dekan FT Unud dan jajarannya, direktur dan staf perusahaan, dan undangan lain. Turut hadir; perwakilan dari Deputy Consulate-General Jepang, Politeknik Negeri Bali, Wiksa Daya Pratama, Segara Village Hotel, SwissBell Resort, Intercontinental Jimbaran, para peneliti dan mahasiswa.
Ketua riset, Prof I Nyoman Suprapta Winaya, memaparkan perkembangan teknologi solar panel mengalami kemajuan pesat dalam beberapa dekade terakhir. Inovasi terbaru adalah penelitian material panel solar ringan dan fleksibel yang diintegerasikan untuk pengisian baterai kendaraan listrik (battery swap station).
“Teknologi material ini memiliki potensi besar untuk merevolusi industri energi terbarukan dan transportasi ramah lingkungan. Ini sangat mudah dipasang sehingga tidak mengurangi beban konstruksi serta mampu memberikan sentuhan seni dan estetika,” kata Prof. Winaya.
Dekan FT Unud Prof. Linawati, saat membuka peresmian, menyampaikan apresiasinya atas kerjasama ini. Ia yakin instalasi panel surya fleksibel akan memberikan manfaat besar bagi lingkungan kampus dan masyarakat sekitarnya. Ini juga langkah penting dalam mendukung program mewujudkan kampus hijau berkelanjutan.
Prof Budiarsa, selaku Wakil Dekan I, menyebut peresmian instalasi panel surya ini menandai awal dari upaya bersama mengurangi jejak karbon dalam transportasi dan mempromosikan penggunaan energi terbarukan.
Kolaborasi terus-menerus antara Hokoriku Electrical Construction Co. dan PT Awina Sinergi Internasional, FT Unud, dan pihak terkait lainnya, diharapkan dapat terus menemukan solusi inovatif untuk menangani tantangan lingkungan yang semakin mendesak.
Yamazaki Isashi, Presiden Direktur Hokoriku Electrical Construction Co., menyampaikan pihaknya berkomitmen mendukung pengembangan teknologi ramah lingkungan, di mana kerjasama dengan FT Unud adalah langkah tepat.
Menurutnya, penggunaan panel surya seringan 7 kg (biasanya 30 kg) dengan kelenturan 30 derajat adalah salah satu inovasi untuk memperluas penerapan energi terbarukan dalam berbagai sektor. “Kami akan mengumpulkan dan menganalisa data yang didapat dari proyek ini dan nantinya bisa dikembangkan usaha baru,” ujarnya.
Kerjasama penelitian antara Unud dengan Hokuriku Jepang dan Awina merupakan langkah penting dalam mewujudkan visi ini. Kolaborasi antara dunia akademis dan industri yang sudah dimulai sejak 2021 ini diharapkan menciptakan sinergi kuat untuk mengembangkan dan mengimplementasikan teknologi secara lebih luas.
Unud, dengan keahlian dan sumber daya penelitian, bekerja sama dengan mitra industri yang berpengalaman, Hokuriku Jepang dan Awina International, untuk menghadirkan solusi inovatif kepada masyarakat.
Kemitraan ini tidak hanya mendorong kemajuan ilmiah, tetapi juga membuka peluang baru bagi industrialisasi dan pertumbuhan ekonomi. “Dengan mengembangkan solar panel ringan dan fleksibel untuk kendaraan listrik dan bangunan, kita ingin menciptakan industri baru yang akan menyediakan lapangan kerja, menarik investasi, dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan,” tambah Prof Winaya.
Acara juga diisi dengan demo pengisian batere untuk 10 sepeda motor Gesit pada sesi akhir.


