mepnews.id – Dr Eko Hardi Ansyah SPsi MPsi Psikolog, dosen Prodi Psikologi di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), membagikan tips agar momen mudik Lebaran terasa lebih nyaman dan aman sampai kampung halaman.
1. Niat kuat
Niat itu maksudnya menjadikan momen mudik sebagai ibadah. “Ibadah kepada Allah pada dasarnya adalah satu hal yang harus dinikmati. Setiap ibadah pasti ada balasan berkali lipat dari-Nya,” terangnya.
Saat mudik, jangan sampai pikiran dan hati tanggung, atau masih ada beban tertentu. Jika itu terjadi, maka perjalanan mudik bisa menjadi petaka karena sensitivitas tinggi. Misal, saat terkena macet di jalan, pemudik yang hatinya tanggung bakal gampang terprovokasi hingga menyebabkan hal buruk.
2. Metode mudik
Setelah niat, pikirkan hal-hal teknis metode mudik. Bagaimana cara agar bisa sampai tujuan dengan selamat. Misalnya, pakai kendaraan pribadi atau kendaraan umum. Jika kendaraan umum, harus siapkan tiket sedini mungkin untuk mudik maupun balik. Jika kendaraan pribadi, siapkan dengan matang kondisi kendaraan yang dipakai.
“Bisa memanfaatkan fasilitas pemerintah. Dengan dana pas-pasan, pemudik bisa ikut program mudik gratis. Untuk ini harus standby, ya. Agar tidak ketinggalan informasi,” ucapnya.
3. Waktu yang pas
Selanjutnya, pemudik harus tahu kapan waktu yang pas untuk berangkat. Pemudik harus update tentang hal tersebut. Penentuan waktu yang pas bisa meminimalisir kepadatan kendaraan di jalan. Jika berangkat pada hari-hari krusial, bisa saja durasi perjalanan bertambah karena padatnya kendaraan. Otomatis, pengeluaran biaya tambahan bisa menjadi sumber stres juga.
4. Pantau arus mudik
Selalu ikuti berita terkini tentang arus lalu lintas, kondisi tujuan, rest area, bahkan harga-harga tertentu harga e-tol, tiket transportasi umum, dan sejenisnya. Dengan memantau arus mudik, pemudik bisa mengetahui kapan waktu yang tepat untuk berangkat dan pulang. Pemudiak juga tidak ketinggalan regulasi tertentu yang diberlakukan selama masa mudik lebaran.
5. Jaga kesehatan
Jangan lupa, sebaiknya juga membawa obat-obatan dan peralatan kesehatan. Ini untuk pertolongan pertama jika terjadi sesuatu. Lamanya durasi perjalanan juga memungkinkan tubuh mengalami perubahan kondisi. Sebelum berangkat, hendaknya istirahat terlebih dahulu agar selama perjalanan kondisi tubuh tetap fit.
6. Kesiapan finansial
Tujuan utama mudik adalah ibadah. Saat mudik, dianjurkan untuk melakukan hal-hal baik. Yang pertama, kepada orang tua, lalu pada keluarga, tetangga dan orang lain.
“Yang perlu kita hindari saat mudik adalah sikap riya atau pamer. Mislanya, pamer properti, kendaraan, hingga harus mengeluarkan dana cukup banyak. Atau, memberikan uang pada orang lain dengan tujuan menunjukkan status sosial,” tuturnya.
Menurut Dr Eko, Salah satu ciri orang yang memiliki kasih sayang adalah tidak berjalan di muka bumi dengan sombong, melainkan dengan rendah hati. Ciri berikutnya, tidak bersikap boros dan tidak kikir dengan orang. Jadi, jika ingin memberi, maka niatkanlah sebagai shodaqoh.
7. Cek keadaan rumah
Terakhir, cek keadaan rumah sebelum berangkat. Cabut semua kabel aliran listrik dan regulator gas, matikan kran, dan kunci semua pintu, jendela, pagar rumah. Bisa juga memberi tahu tetangga yang tidak mudik atau melapor ke satpam agar mereka bisa turut mengawasi keadaan rumah.
“Intinya, bagaimana caranya agar perjalanan mudik terasa nyaman. Jika sudah nyaman, maka perjalanan mudik bisa menjadi aman. Mudik itu harus dinikmati, bukan malah menjadi beban,” kata Dr Eko. (Romadhona, umsida.ac.id)


