Drowsiness Detection untuk Mendeteksi Sopir Ngantuk

mepnews.id – Faza Ega Agista bersama timnya asal Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengembangkan alat deteksi kantuk. Alat ini diilhami banyaknya kasus kecelakaan transportasi. Kecelakaan lalu lintas di Indonesia pada 2023 mencapai 116 ribu kasus atau naik 6,8 persen dibandingkan data 2022. Kecelakaan tertinggi dialami pengendara motor dan mobil pribadi karena faktor kelalaian pengendara, kelelahan, dan ngantuk.

Dikabarkan situs resmi umm.ac.id 17 Februari 2024, prototipe Drowsiness Detection ini memiliki sensor untuk mendeteksi gerak wajah pengguna saat merasa mengantuk. Meski masih dalam tahap pengembangan, alat ini dapat mengantisipasi pengendara saat kelelahan lewat face recognition.

“Sensor ini bisa mendeteksi gerakan pengendara apabila mengantuk. Untuk saat ini, produk kami masih berupa kamera eksternal yang dipasangkan dengan program di komputer. Untuk programnya, kami menggunakan python,” ucap Faza.

Faza dan tim membuat program secara mandiri hanya brbekal tutorial dari internet. Program ini berisi database kondisi wajah mengantuk. Bila pengendara menutup mata lima sampai sepuluh detik, otomatis sensor mendeteksi dan mengolah data kemudian merubahnya menjadi alarm.

Faza dan tim juga menambahkan sensor detak jantung yang ditautkan pada gelang. “Namun, untuk sekarang, sensor detak jantung masih tahap trial and error. Masih banyak yang perlu dibenahi dan dikembangkan dari alat ini,” tambahnya.

Target utama alat ini adalah agen travel yang memiliki jam terbang tinggi atau pengendara umum. Alat ini diharapkan dapat mengantisipasi kecelakaan akibat kelelahan di perjalanan.

Faza dan tim akan menyempurnakan prototipe agar dapat segera dipakai masyarakat umum. Penyempurnaannya berupa pemasangan kamera dan program pada kendaraan sehingga tidak memerlukan program melalui laptop. Sensor detak jantung disempurnakan dan fitur pengereman otomatis ditambahkan yang berreaksi saat pengendara terdeteksi mengantuk.(tri/wil)

Facebook Comments

Comments are closed.