Saat Memperkenalkan Organ Intim pada Anak

mepnews.id – Kapan waktu yang pas untuk memperkenalkan organ intim pada anak?

Pertanyaan tentang organ intim adalah isu sensitif dan perlu ditangani dengan penuh kehati-hatian. Ada banyak hal, termasuk norma dan etika, yang harus dipertimbangkan. Sementara, rasa keingintahuan anak terus berkembang sesuai usia.

Ada yang menyarankan, pembicaraan tentang organ seksual sebaiknya dimulai sejak dini. Disarankan antara lain dengan mengajarkan anak tentang bagian tubuhnya, memberikan nama yang benar untuk organ intim, dan menjelaskan batasan privasi.

Holy Ichda Wahyuni, dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di Universitas Muhammadiyah Surabaya, bahkan menyebut memperkenalkan organ intim pada anak merupakan bagian dari pendidikan seksual sejak dini.

Dikabarkan situs resmi um-surabaya.ac.id edisi 28 Januaria 2024, waktu yang paling tepat adalah ketika anak masih di masa pendidikan taman kanak-kanak. Keliru jika menganggap pengenalan organ intim ini adalah hal tabu. Salah jika anak-anak baru dikenalkan ketika sudah beranjak remaja. Orang tua jangan sangat tertutup untuk urusan pendidikan seksual.

Menurut Holy, sudah bukan saatnya memperkenalkan organ intim pada anak dengan nama ganti. Seperti ‘penis’ menjadi ‘burung’. Penting bagi orang tua memperkenalkan organ intim pada anak dengan pelafalan nama atau penyebutan yang sebenarnya. Alat kelamin laki-laki adalah penis, dan alat kelamin perempuan adalah vagina.

“Penyebutan nama yang sebenarnya dalam pengenalan organ intim pada anak menunjukkan keterbukaan orang tua, menunjukkan itu bukan hal tabu, sehingga mengajarkan pada anak untuk tidak tertutup pada persoalan-persoalan yang berkaitan dengan aktivitas seksual. Jika pengenalannya sejak dini, ini akan berdampak hingga mereka remaja. Seperti ketika mereka mulai mengalami pubertas,” imbuhnya.

Holy menjelaskan, pengenalan organ intim ini juga bisa dibarengi dengan pengenalan bagaimana pentingnya menjaga kebersihannya, kesehatannya, serta menjaganya sebagai area privasi yang tidak boleh ada yang melihat atau menyentuhnya.

Sebagai tambahan, ajarkan pada anak tentang batasan privasi. Jelaskan mengapa penting untuk menjaga batasan tersebut. Anak perlu memahami bahwa ada bagian tubuh yang pribadi dan hanya boleh dibicarakan atau disentuh oleh orang-orang tertentu, seperti orang tua atau petugas kesehatan.

Kalau anak mulai punya pertanyaan tentang organ seksual, orang tua perlu menunjukkan sikap terbuka dan ramah. Jangan menunjukkan kecemasan atau jijik, karena hal ini bisa membuat anak merasa malu atau tidak nyaman.

Meski demikian, cara berbicaranya dan informasi yang diberikan tetap disesuaikan dengan usia anak. Anak yang lebih muda mungkin hanya perlu tahu dasar-dasar tubuh mereka. Anak yang lebih tua bisa diberi informasi lebih lanjut tentang perkembangan pubertas dan reproduksi.

Setiap anak berbeda, sehingga komunikasi perlu disesuaikan kebutuhan dan tingkat kematangan mereka.

Facebook Comments

Comments are closed.