Villager Expedition Promosikan Budaya Trunyan

mepnews.id – Ada yang tahu Desa Trunyan? Tentu saja banyak yang tahu. Desa di kaki Gunung Batur di samping Danau Batur di Kintamani, Bali, ini punya budaya unik. Penghuninya adalah kaum Bali Aga yang diyakini sebagai orang Bali asli.

Dalam upaya berkontribusi terhadap pengembangan masyarakat dan mempromosikan pariwisata berkelanjutan, Carelia Pradita Putri Hariyanti, mahasiswi FISIP UIN Sunan Ampel Surabaya berpartisipasi dalam kegiatan Villager Expedition vol. 3 di Trunyan.

Carelia Pradita bersama tim Villager Expedition.

Dikabarkan situs resmi uin.ac.id edisi 20 Januari 2024, program ini bertema ‘Tilas Luhur Bumi Dewata.’ Tujuannya melibatkan para relawan, khususnya kalangan pemuda-pemudi, dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pariwisata, kesehatan, dan pendidikan.

Carelia, yang terpilih untuk opsi pendaftaran yang didanai penuh oleh penyelenggara, bergabung dengan divisi pariwisata dengan misi mendokumentasikan masyarakat adat dan mempromosikan pariwisata di Desa Trunyan.

Melalui video dokumenter dan media online, ia ditugaskan menampilkan tradisi unik dan warisan budaya suku Bali Aga, penduduk pertama di Bali, yang tinggal di Desa Trunyan.

Villager Expedition vol. 3 dilaksanakan 15 – 24 Januari 2024, dan merupakan bagian dari rangkaian program untuk mendorong keterlibatan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. Edisi sebelumnya diadakan di Dusun Adat Limbungan, Lombok Timur, dan Desa Koja Doi, Sikka, dengan fokus pada tema adat dan warisan budaya lokal.

Desa Trunyan punya metode penguburan unik yang dipraktikkan oleh Bali Aga. Bukannya dikubur atau dikremasi, mayat justru ditempatkan di bawah pohon Taru Menyan di lokasi Sema Wayah. Penataan mayat dilakukan sedemikian rupa sehingga menciptakan lingkungan yang bebas dari bau.

Peran Carelia di divisi pariwisata tidak hanya dokumentasi, tetapi juga dalam upaya sosialisasi pembangunan berkelanjutan dan praktik pariwisata.

Desa Trunyan, dengan warisan budayanya, menjadi bukti komitmen suku Bali Aga untuk melestarikan tradisi leluhur dalam menghadapi tantangan modern. (WD)

Facebook Comments

Comments are closed.