mepnews.id – Demi mewujudkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 40 Tahun 2023 tentang Percepatan Swasembada Gula Nasional dan Penyediaan Bioetanol sebagai Bahan Bakar Nabati, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersama CV Agriutama meresmikan Smart Mini Sorghum Sweetener Factory di Jombang. Pabrik modern ini untuk mendukung ketahanan pangan dan menjaga ketersediaan bahan baku dan bahan penolong industri nasional.

Penyerahan cinderamata oleh Direktur Inovasi dan Kawasan Sains Teknologi ITS Agus Muhammad Hatta ST MSi PhD (dua dari kiri) kepada perwakilan direksi CV Agriutama.
Ketua Tim Peneliti ITS, Fadlilatul Taufany ST PhD, menjelaskan pabrik yang diresmikan ITS ini berbeda dengan pabrik konvensional lainnya. Pabrik ini memiliki smart system yang didasari pemasangan Distributed Control System (DCS) dan Enterprise Resources Planning (ERP). “Penerapan kedua sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi pekerjaan,” terangnya, lewat rilis pers HUMITS 11 Desember 2023.
Menurut Taufany, pengembangan ERP dan DCS juga mengurangi risiko human error dalam operasional pabrik, khususnya di bidang akuntansi, pengadaan, dan pencatatan aset perusahaan. Selain human error, proses pabrik yang serba modern dan praktis dapat mengurangi campur tangan manusia yang bisa menyebabkan penurunan kualitas molasses (zat gula).
Pabrik ini juga memiliki keunggulan berupa proses produksi gula kristal putih dan merah yang berbahan baku sorgum. Sorgum merupakan varietas tanaman yang dapat dipanen tiga kali dalam setahun. “Melihat peluang tersebut, sorgum bisa menjadi bahan baku alternatif pabrik gula selain tebu,” ungkap dosen Departemen Teknik Kimia tersebut.
Dalam penelitian, ia berhasil mengembangkan produk output sorgum selain gula. Produk tersebut meliputi kecap manis, beras merah dan putih, madu vegan, hingga tepung. “Harapannya, penelitian terus dikembangkan agar bisa memperkuat ketahanan pangan nasional,” papar Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS tersebut.
Dengan adanya Smart Mini Sorghum Sweetener Factory ini, Taufany berharap pabrik gula di Indonesia dapat kembali eksis dan dapat menjadi industri yang kembali dilirik investor nasional maupun internasional.
Ia berterima kasih atas dukungan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI dan misi CV Agriutama dalam memajukan ketahanan pangan nasional. “Semoga penelitian ini dapat bermanfaat bagi pemerintah dalam menyukseskan program ketahanan pangan nasional,” tandasnya optimistis. (Bima Surya Samudra)


