mepnews.id – Baru saja menikmati kuliah pascasarjana di Universitas Muhammadiyah Surabaya lewat beasiswa Lazismu Jatim, Sondos Jehad Shnewra harus menghadapi kenyataan pahit. Mahasiswi semester satu asal Gaza ini putus kontak dengan keluarganya saat pecah perang terbuka antara Hamas dan Israel di tanah Palestina.
“Sebagai anak yang dilahirkan, tumbuh dan besar di Gaza, saya punya trauma mendalam. Saya melihat kematian perempuan dan anak-anak kecil begitu mengerikan,” ujar Sondos lewat situs resmi um-surabaya.ac.id 14 Oktober 2023.
Ketika kembali pecah peperangan di Palestina, ia di Surabaya mengaku cemas dengan kondisi orang tuanya di Gaza.
“Terakhir komunikasi kemarin masih baik-baik saja. Sekarang nggak bisa komunikasi karena internet diputus,” ujarnya menitikan air mata.
Ia mengaku, keputusannya mengambil studi di Indonesia atas restu Dan dukungan orang tuanya. Ia memilih Indonesia karena menganggap sebagai negara aman dan selalu mendukung Palestina. Kakaknya yang laki-laki juga studi di Indonesia.
Sondos berharap akan datang hari saat negaranya terbebas dari ancaman dan tawanan musuh. Ia ingin masyarakat Gaza bisa menjalani hari-hari damai dan tentram. Tak dipungkiri, saat ini ia merasa sedih dan meminta doa kepada masyarakat Indonesia.
“Sedih karena banyak korban. Internet tidak bisa. Saya nggak bisa menghubungi keluarga. Saya berharap negara lain ikut membantu. Saya minta doa kepada masyarakat Indonesia,” kata ia.
Saat ditanya targetnya setelah lulus, Sondos berharap bisa menjalani kehidupan damai dan tentram bersama orang-orang baik, dan mendapatkan pekerjaan yang baik serta tinggal di negara yang membantunya dan memberinya beasiswa serta membuat nama baik di Indonesia sebagai orang Palestina.


