mepnews.id – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Jember (Unej) menggelar kegiatan Bakti Sosial operasi gratis bibir sumbing dan langit–langit mulut. Sebanyak 13 pasien anak dari Karesidenan Besuki dan sekitarnya mendapatkan manfaat dari Bakti Sosial itu.
Dikabarkan situs resmi unej.ac.id, kegiatan pada 29 September hingga 1 Oktober 2023 di Rumah Sakit Paru Jember ini melibatkan berbagai pihak termasuk Departemen Bedah Plastik Universitas Airlangga Surabaya.
Dekan FK Unej, dr Ulfa Elfiah MKes SpBP-RE SubspLBL (K), mengatakan kegiatan ini wujud kepedulian Universitas Jember dengan dukungan Smile Train Indonesia terhadap masyarakat kurang mampu. Kegiatan melibatkan spesialis bedah plastik dari FK Unej dan FK Universitas Airlangga.
“Kami ingin membantu anak-anak yang menderita bibir sumbing agar dapat menjalani kehidupan normal. Kami ingin memberikan harapan baru dengan kondisi fisik mendekati normal yang lebih baik daripada sebelumnya. Kami ingin memberi harapan lebih besar masa depan lebih ceria,” ungkapnya.
Berdasarkan penelitian dan pemetaan, ada beberapa daerah pegunungan yang banyak populasi bibir sumbing.
“Bibir sumbing dan langit-langit bisa disebabkan banyak faktor. Keturunan dan lingkungan bisa menjadi penyebab. Kami melakukan pengkajian dan pemetaan wilayah. Kasus bibir sumbing terbanyak ada di sekitar pegunungan. Kami temukan penggunaan pestisida yang sangat mempengaruhi kehamilan,” kata dr Ulfa.
Dr dr Is Winarno Dodo Saputro SpBP-RE subspesialis LLB(K), dari Departemen Bedah Plastik FK Universitas Airlangga, mengatakan masalah ini belum diketahui pasti penyebabnya. Kekurangan vitamin dan asam folat merupakan salah satu penyebabnya, selain faktor genetik.
“Penelitian terbaru menunjukkan, gen bisa rusak kalau nutrisinya kurang bagus. Ini menyebabkan cacat. Di semester pertama hamil, biasanya ibu-ibu mengalami mual dan muntah. Itu bisa menyebabkan kurangnya vitamin. Maka, ibu hamil di semester pertama diharapkan konsultasi ke bidan atau dokter untuk mendapatkan vitamin-vitamin yang dibutuhkan demi perkembangan janin,” katanya.
Direktur RS Paru Jember, dr Sigit Kusuma Jati MM, mengatakan kegiatan ini wujud kehadiran pemerintah Provinsi Jawa Timur bagi pasien bibir sumbing dan langit-langit.
“Dalam satu tahun terakhir, kami bekerjasama dengan Universitas Jember melakukan operasi gratis terhadap kurang lebih 200 pasien. Sudah tujuh tahun kami melakukan kerjasama dengan Universitas Jember,” katanya.


