Dapat Beasiswa di Missouri dan Wajib Volunteer

mepnews.id – Ikrimatus Sa’diah, mahasiswi Ilmu Teknologi Pangan, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), mengikuti program pertukaran pelajar ke Amerika Serikat melalui Global Undergraduate Exchange (Global Ugrad). Selama satu semester, ia menimba ilmu di Missouri State University dengan biaya dari pemerintah setempat.

Ikri sudah berkali-kali menyusun esai demi bisa mewujudkan mimpi kuliah di luar negeri namun selalu gagal lolos beasiswa.  “Akhirnya, saya mendaftar Ugrad. Alhamdulillah lolos. Rasanya senang sekali karena usaha saya membuahkan hasil,” ungkapnya lewat situs resmi umm.ac.id edisi 13 September 2023.

Salah satu hal menarik dari beasiswa ini adalah keharusan Ikri mengikuti kegiatan volunteer. Beberapa minggu di sana, ia mencari-cari kegiatan yang sesuai passion. Ada dua yang dia bidik; aspek pengabdian masyarakat serta menjadi tourguide selama berkuliah di sana.

“Kami diwajibkan menjadi volunteer setidaknya 20 jam. Selain karena kebutuhan laporan, volunteer juga menjadi hal menarik dan memberikan insight baru. Apalagi pelaksanaannya di negara orang,” ujarnya.

Ia sempat kesulitan saat pertama kali tiba di Amerika Serikat, terutama terkait komunikasi dengan warga dan mahasiswa lokal. Mahasiswa setempat lebih individualis dan terkesan tertutup dengan mahasiswa internasional. Hal itu membuatnya condong mengobrol dengan sesama mahasiswa internasional lainnya.

“Mungkin karena senasib ya, kami jadi bisa lebih nyambung dan belajar bersama. Tapi, saya tetap berinteraksi dengan mahasiswa lokal. Siapa tahu ada inovasi menarik yang bisa dilakukan bersama,” katanya menjelaskan.

Gadis asal Jakarta itu mengapresiasi mahasiswa lokal. Meski individualis, mereka tepat waktu. Bahkan datang lebih awal sebelum kelas berlangsung. Mereka juga tidak ikut-ikutan memilih mata kuliah, tapi karena kebutuhan masing-masing individu.

Ikri berterima kasih atas dukungan UMM sehingga bisa belajar di Amerika Serikat. Di UMM, ada berbagai kelas internasional, unit kegiatan mahasiswa yang berfokus pada bahasa Inggris, hingga ada American Corner (Amcor). Banyak hal disediakan Amcor dari segi fasilitas, koneksi, hingga informasi beasiswa.

Sekembalinya dari Amerika Serikat, Ikri bertekad menciptakan platform diskusi untuk membantu anak-anak muda Indonesia menggapai mimpi. Utamanya untuk menimba ilmu di berbagai belahan dunia lain sehingga bisa membuka mata dan wawasan.

“Kebetulan sudah ada beberapa teman yang bisa diajak kolaborasi untuk menciptakan komunitas. Semoga bermanfaat dan mampu memberi jalan bagi yang bermimpi menimba ilmu di negara orang,” pungkasnya. (Ri/Wil)

Facebook Comments

Comments are closed.