mepnews.id – Dosen Universitas Muhamamdiyah Surabaya meluncurkan aplikasi dan alat untuk membantu penyandang disabilitas fisik. DiktaCare diterapkan pada 23 Agustus 2023 ke Sekolah Luar Biasa (SLB) Yayasan Penyandang Anak Cacat (YPAC) Kota Surabaya sebagai mitra melalui program hibah Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Situs resmi um-surabaya.ac.id mengabarkan, program pengabdian ini diinisiasi tiga dosen yakni Mundakir sebagai ketua serta Idham Choliq dan Lukman Hakim sebagai anggota.
Aplikasi dan alat inovasi ini dibuat berdasarkan penelitian tentang upaya meningkatkan kemandirian anak peyandang disabilitas fisik. “Agenda pengabdian ini berangkar dari persoalan mitra tentang kurangnya materi dan alat penunjuang yang mendukung kemandiran anak disabilitas untuk melakukan aktifitas makan,” tutur Mundakir.
Idham Choliq menjelaskan lebih detail tentang DiktaCare. Aplikasi ini dapat diakses melalui handphone android. Isinya modul dan video pembelajaran tentang peningkatakan aktivitas sehari-hari (activity daily of living) termasuk makan, mandi, berpakaian, toileting, dan menulis.
Pada aplikasi ini, caregiver dapat melakukan pemantauan tingkat kemandirian anak disabilitas. Pemantauan itu dilakukan setelah anak mendapatkan latihan menggunakan alat makan yang telah dibuat sesuai kebutuhan.
“Aplikasi dan alat ini satu kesatuan untuk meningkatkan kemandirian mereka melakukan aktivitas makan. Jadi, aplikasi untuk meningkatkan pengetahuan caregiver dan memantau kemandian siswa. Alat makannya untuk latihan meningkatkan kemandirian,”ujar Idham.
Kepala Sekolah SLB YPAC Surabaya, Isrumilah, menyampaikan kendala para guru dalam memberikan pelajaran kemandirian. “Ya, sepintas saja di waktu-waktu pelajaran. Akibatnya, kebanyakan anak belum bisa mandiri khususnya saat makan.”
Maka, ia menyampaikan terima kasih kepada Tim Pengabdian karena telah memberikan fasilitas aplikasi dan alat makan untuk siswanya. “Program pengabdian ini sangat sesuai kebutuhan kami. Dengan program ini, kami berharap siswa dapat meningkatkan kemandirian khususnya dalam aktivitas makan. Mandiri makan itu hal mendasar dalam kehidupan mereka agar tidak selalu bergantung pada orang tua.”


